Selama ini kecelakaan mobil terjun dari gedung bertransmisi automatic, apakah ini pertanda bahwa pemahaman cara mengemudikan transmisi automatic untuk orang Indonesia masih belum matang? mungkin hal itu bisa dibilang benar karena seluruh kecelakaan terjunnya mobil dari gedung memakai transmisi automatic semua. Memang cara mengendarai transmisi automatic berbeda tetapi perbedaannya tidak begitu jauh. Ada beberapa cara agar anda bisa memahami bagaimana cara mengemudikan transmisi automatic sehingga anda bisa terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan tersebut:
-
Bila anda sudah ingin start dengan transmisi matic anda pertama-tama injak pedal rem dan kemudian geser tuas transmisi menuju R atau D (sesuai kebutuhan anda).
-
Setelah digeser lepas pedal rem yang anda injak dibarengi dengan menonaktifkan parking brake.
-
Setelah melepas rem dan menonaktifkan parking brake injak pedal gas secara perlahan, jangan menginjak pedal gas secara mendadak atau terlalu dalam karena dapat mempengaruhi konsumsi BBM.
-
Bila anda terjebak macet dan anda harus berhenti usahakan untuk menggeser tuas transmisi ke D karena bila tidak digeser dapat membuat kopling transmisi automatic menjadi cepat habis.
-
Bila melewati jalanan menanjak geser tuas transmisi dari D ke L/1 karena posisi ini merupakan posisi dimana letak gear berada di tempat paling ringan sehingga mudah untuk melewati tanjakan.
-
Bila sudah memarkirkan kendaraan geser tuas dari D ke P karena biasanya anak kunci tidak akan bisa dilepaskan.










& Komentar
Maret 9, 2008 pukul 4:58 am
hehehe..wah willy jd pemerhati kecelakaan mobil yang sudah terjadi juga yaa sekarang..keren-keren boss!!GOOD JOB, BRO!!semoga tambah bagus aje deh tulisan lu..
April 30, 2008 pukul 10:54 am
Tambah:
Jika menghadapi tanjakan naik yang sangat curam dan memiliki beban yang besar, gunakan gigi L/1 ditambah dengan rem tangan agar mobil tidak mundur ke belakang, caranya: injak pedal gas perlahan dan turunkan rem tangan perlahan sesuai arus maju mobil.
Pada saat berhenti di lampu merah yang lama, dianjurkan memindahkan gigi ke posisi N untuk menghemat BBM, caranya: injak pedal rem dan pindahkan gigi ke ‘N’, pada saat mobil kembali melaju, injak kembali pedal rem dan pindahkan gigi ke ‘D’ dan lepaskan perlahan-lahan pedal rem.
Agustus 23, 2008 pukul 12:48 am
mau nanya nih,
saya mau pakai mobil bertransmisi otomatis (Daihatsu Terios),bagaimana cara menggunakan transmisi otomatis saat mulai start mesin sampai menghadapi semua keadaan/situasi jalan.trim’s
Agustus 23, 2008 pukul 8:48 am
Salam Otomotif,
Good question Pak Untung, kalau saya lihat sepertinya bapak belum pernah menggunakan transmisi otomatis sebelumnya. Banyak orang yang merasa mahir dalam menggunakan transmisi otomatis padahal dasar-dasar penggunaan transmisi ini belum 100% ia pahami, sehingga ia tidak mau bertanya lagi kepada orang sekitar yang sudah mengerti agar ia tidak dikira orang yang belum mengerti tentang transmisi otomatis. Pada dasarnya penggunaan transmisi otomatis hampir sama dengan transmisi manual. Yang membedakannya ialah kehadiran kopling pada transmisi manual. Cara-cara aman sebelum menjalankan mobil ber-transmisi otomatis sebagai berikut:
1. Sebelum memutar kunci kontak pastikan tuas transmisi berada pada posisi “P” (Tetapi biasanya transmisi otomatis modern memiliki teknologi yaitu, kunci kontak tidak dapat di cabut kalau tuas belum berada di posisi P).
2. Putar kunci kontak pada posisi “ON” sebelum di putar lagi hingga posisi “Start” biasanya mobil-mobil modern memiliki ECU (Electronic Control Unit) atau biasa disebut otak komputer pada mobil. Tugas ECU ini sebelum mobil menyala adalah menyiapkan perangkat-perangkat pada mesin mobil seperti ABS, Radiator, AirBag dll melalui lampu indokator yang terdapat pada dashboard mobil. Setelah lampu indikator padam (tunggu beberapa detik) baru anda dapat memutar kunci kontak ke posisi “Start” sampai mesin mobil hidup.
3. Setelah mesin mobil menyala dan anda akan berangkat pastikan anda menginjak pedal rem hingga penuh setelah itu baru anda geser tuas ke posisi “R” untuk mundur atau “D” untuk maju. Hal ini harus dilakukan agar tuas dapat digeser (standard keamanan dari pabrik).
4. Setelah digeser keposisi “D” atau “R” lepas pedal rem dari injakan kaki anda. Setelah anda lepas pedal rem selanjutnya anda nonaktifkan parking brake.
5. Setelah mobil berjalan pada posisi “D” perhatikan lampu indiaktor yang bertuliskan O/D (ada beberapa mobil yang mengaplikasikan teknologi ini ada pula yang tidak. Untuk lebih lanjut dapat melihat artikel yang berjudul “O/D dalam Transmisi Otomatis”.
6. Bila dalam perjalanan anda menemui halangan yang membuat anda berhenti cukup lama (Seperti lampu merah) usahakan menggeser tuas ke posisi “N”. Hal ini dilakukan untuk menghemat kopling dan BBM.
7. Pada mobil Daihatsu Terios terdapat huruf “L/1″ posisi itu gunanya untuk melahap jalanan menanjak. Ibaratnya bila pada transmisi manual ini disebut gigi 1.
8. Sebelum membawa mobil ke jalan raya, pastikan anda dapat memperkirakan luaran tenaga sesuai injak pedal gas agar mobil dapat dikendalikan dengan aman.
Bila masih anda pertanyaan tentang otomotif, jangan ragu-ragu dan bosan-bosan mengirim pertanyaan anda pada “Buku Tamu” saya. Terima kasih atas pertanyaannya dan semoga wawasan anda tentang otomotif semakin bertambah.
Salam otomtif,
Oktober 5, 2009 pukul 2:16 am
saya pengguna pemula transmisi matic, yg jadi pertanyaan adl :
1: pemindahan gigi dr D ke 2 atau L dan sebaliknya harus dlm keadaan berhenti atau boleh dlm kendaraan melaju?
2: bagaimana mendapatkan efek engine break untuk membantu pengereman spt halnya transmisi manual?
terimakasih atas bantuannya
Oktober 5, 2009 pukul 12:31 pm
1) Untuk memindahkan gigi dari D ke 2 atau ke L, sebaiknya dilakukan pada kecepatan rendah. Karena apabila dilakukan pada kecepatan tinggi, maka akan terjadi efek engine brake. Jadi tidak harus mobil dalam keadaan berhenti.
Tetapi kalau dari L ke 2 ke D, tidak ada syarat khusus.
2) Sepertinya jawabannya sudah terjawab di nomor 1 deh….
Tetapi saya mau menambahkan sedikit. Kalau mau melakukan engine Brake, sebaiknya injak pedal rem terlebih dahulu. Sehingga mobil sudah terbantu oleh rem. Karena apabila dalam kecepatan tinggi melakukan engine brake tanpa menginjak rem terlebih dahulu, bisa – bisa umur stang piston menjadi lebih pendek dan kenyamanan berkendara menjadi terganggu…
Oktober 11, 2008 pukul 2:56 pm
mw nanya nih
kalo pindah dari posisi D ke 2 atau L harus nginjek rem ga??? apa langsung geser aja??? trus klo yang ada paddle shift, gmana cara make sama sistem kerjanya???
thanks ya…. soalnya gw berminat beli mobil matic
Oktober 12, 2008 pukul 8:13 am
Salam otomotif,
Membahas masalah boleh atau tidaknya menggeser dari posisi D ke 2 atau ke L di bagi menjadi dua kategory. Pertama pada saat kecepatan tinggi, sebaiknya melakukan pengereman dahulu baru setelah itu menggeser tuas. Sebaiknya tidak langsung ke L tetapi ke posisi 2 dahulu setelah terasa efek engine brake-nya barulah digeser ke posisi L. Kedua pada saat kecepatan rendah, pada saat kecepatan rendah kita diperbolehkan menggeser tuas secara langsung tanpa harus menginjak rem. Biasanya hal ini dilakukan pada jalan menanjak, menurun, atau bila ingin ber-akselerasi lebih besar. Mobil-mobil modern seperti sekarang ini memang kebanyakan sudah mengaplikasikan sistem paddle shift. Kegunaan dari paddle shift ini adalah selain kita dapat merasakan bagaimana menjadi pembalap F1 amatir, kehadiran teknologi ini juga berguna untuk anda agar dapat menjalankan mobil dari posisi gigi satu. Sebenarnya sistem kerjanya sama seperti manual tetapi teknologi ini sudah tidak menggunakan kopling manual lagi…….
Terima kasih atas pertanyaannya….
November 10, 2008 pukul 4:16 pm
Selamat malam,
Terima kasih atas saran2nya cara menggunakan transmisi otomatik,saya sudah mendapatkan daihatsu terios dengan transmisi otomatik dan mencobanya…..woow keren banget….sangat enak dan mudah sekali.
regards,
untung suharto,Kaltim
November 11, 2008 pukul 2:33 am
Salam otomotif,
Saya yang seharusnya berterima kasih kepada Bpk. Untung Suharto karena mau membagi cerita ke blog sederhana milik saya ini. Kepuasan anda adalah kebanggaan bagi kami. Terima kasih.
Jangan bosan-bosan mengunjungi blog sederhana ini. Salam otomotif.
Januari 6, 2009 pukul 11:50 pm
salam kenal,
saya pake ford focus 2.0 shift tronic (ato apalah namanya), yg mau saya tanya,
pd saat menggunakan mode manual, saat akan melakukan perpindahan gigi ke lebih tinggi apakah perlu melepas gas lalu pindah gigi kemudian injak gas lagi, atau pada saat melakukan perpindahan gigi gas tetap di tahan??
satu lagi, apa keuntungan n kelemahan matik CVT dibanding matik biasa (ga tau namanya apa)?
thanx
Januari 7, 2009 pukul 10:47 am
Salam otomotif,
salam kenal juga Bro Teja. Mungkin maksud Bro Teja itu klo Ford Focus 2.0 itu sudah mengadaptasi sistem tiptronic (bisa manual bisa juga matic). Sebaiknya saat menggunakan transmisi manualnya bila mau menaikan gigi melepaskan pedal gas dahulu sesaat baru setelah dioper gigi-nya diinjak lagi pedal gasnya. Karena hal ini dapat memperlambat ke-ausan dalam kopling dan mesin. Tetapi bila menggunakan transmisi automaticnya hal seperti itu tidak perlu dilakukan, karena dapat mengganggu kenyamannya dalam berkendara.
Matik CVT adalan matic yang menggunakan belt (Sabuk) yang secara teoritis perpindahan gigi bisa dikatakan tak terbatas yang meng-optimumkan transfer energy (torsi) dari mesin ke roda.
Jangan bosan untuk selalu mengunjungi blog sederhana kami dan jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan atau kritik dan saran kepada kami….. We will listen it…
Januari 9, 2009 pukul 12:02 pm
thanx…
tanya lagi…
kenapa sering ada perbedaan 1 percepatan antara mobil AT dan MT, contoh: focus 1.8 MT 5 percepatan (bener ‘percepatan’sebutannya?) dan focus 1.8 AT hanya 4 percepatan … begitu jg yang saya perhatikan dgn mobil lain.Tp sekarang ada juga yg sama2 5 percepatan baik MT maupun AT..
kenapa bisa begitu??
Januari 10, 2009 pukul 1:03 am
Salam otomotif,
Iy, benar itu biasa disebut percepatan.
Jadi begini. Hal itu hanyalah desain dari para engineering disetiap pabrikan mobil. Kebanyakan mobil MT dan AT dibedakan satu percepatan agar pada mobil AT memiliki akselerasi lebih (walaupun dalam kenyataannya saat berakselerasi, MT selalu lebih cepat dibanding AT). Tetapi ada juga beberapa mobil yang memproduksi AT dan MT tanpa perbedaan percepatan, contohnya Nissan X-Trail MT dan AT yang sama” menganut sistem 5 percepatan…..
Thanks atas pertanyaannya, jangan bosan untuk selalu mengunjungi blog sederhana saya dan jangan ragu untuk mengirimkan pertanyaan” ttg otomotif, kritik, maupun saran……… Save Our Earth…..
Januari 20, 2009 pukul 4:12 pm
thanx juga
Januari 21, 2009 pukul 2:41 am
Sama-sama BOSS
Februari 11, 2009 pukul 9:29 am
Selamat Sore Bpk,
Saya mau tanya nih tentang Stream Matic tahun 2004 dengan 1700cc, pengalaman saya pernah saya mengemudikan mobil tersebut pada tanjakan yang tinggi dan jalan agak jelek, pada saat naik transmisi saya pindah ke angka 2 setelah sampai ditengah tanjakan mobil nggak mau naik, trus saya pindah ke posisi D, mobil naik kembali, pertanyaan saya kenapa bisa seperti itu ya pak? mohon balasan terima kasih sebelumnya
Februari 11, 2009 pukul 10:12 am
Salam otomotif,
Salam kenal Bpk. Andry…. Kalau menurut “kacamata” saya, itu sepertinya terjadi kerusakan atau gangguan pada bagian transmisi Bpk. Seharusnya bukan dipindah ke D tapi dipindah ke 1/L. Apakah Bpk. Andry sudah mengganti oli transmisi secara periodik? Pasalnya, oli matik menjadi sangat sensitif dibanding oli transmisi pada sistem transmisi manual…….
Maret 10, 2009 pukul 10:32 am
alo bos tanya lagi…
kalo ngerem pake matik itu pake kaki kiri ato kanan yg bener?
trus dlm kondisi nanjak yg pelan tu sebaiknya gmana? kalo pk manual kan kita bisa mainin kopling supaya bisa ngatur speed, sedangkan kalo matik kalo nginjeknya kekencengan kan loncat tu mobil n malah bisa nyium pantat mobil d depan ato nabrak tmbok yg tak berdosa
d tunggu jawabnya, thx b4
Maret 11, 2009 pukul 2:49 am
Halo juga BOSS Teja…..
BOSS, hrs tanamkan prinsip setiap nyetir mobil baik manual ataupun matic. Ngerem harus kaki sebelah kanan, soalnya kaki kanan kita sudah terbiasa dengan injekan yang bisa di injek pake perasaan. Sedangkan kaki kiri sdh terbiasa menginjek pedal yg cukup keras seperti kopling…. Hehhe…..
Klo jalan menanjak pelan (macet) sebaiknya kita pindahkan tuas transmisi ke posisi 1/L… SOalnya pada posisi ini kita telah menggunakan transmisi dengan posisi gigi paling rendah, sehingga tidak berat saat menanjak… Klo manual bisa pake kopling, klo matic ga bisa kaya gitu. Cara yg paling aman saat kita diharuskan berhenti pd wkt tanjakan yaitu. Injak pedal rem hingga mobil berhenti, tarik tuas rem tangan hingga posisi tertinggi. Setelah itu, kita diperbolehkan untuk melepaskan pedal rem. Tp pastikan mobil tidak bergerak. Saat mobil harus berjalan, injak pedal gas sedikit lalu secara perlahan lepaskan tuas rem tangan pada mobil kita….
BOSS baca ini juga deh…..
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Maret 10, 2009 pukul 10:35 am
alo bos tanya lagi…
kalo ngerem pake matik itu pake kaki kiri ato kanan yg bener?
trus dlm kondisi nanjak yg pelan tu sebaiknya gmana? kalo pk manual kan kita bisa mainin kopling supaya bisa ngatur speed, sedangkan kalo matik kalo nginjeknya kekencengan kan loncat tu mobil n malah bisa nyium pantat mobil d depan
d tunggu jawabnya, thx b4
Maret 11, 2009 pukul 6:54 am
nambah wawasan ni wawasan saya. thx
Maret 11, 2009 pukul 10:05 am
Terima kasih BOSS, klo penjelasan saya bisa BOSS terima dengan baik… Kita sebagai manusia harus saling memberikan??? Hehehe……
Maret 11, 2009 pukul 6:55 am
nambah ni wawasan saya. thx
April 1, 2009 pukul 4:44 am
salam kenal,
saya baru aja dikasih mobil kakak BMW 320i th 1996 matic. Tapi saya belum bisa cara makainya karena saya terbiasa makai mobil manual.
mohon pencerahannya
April 1, 2009 pukul 11:23 am
Salam kenal Bro Neyska,
Memang artikel aku itu kurang cerah ya??? Hehehe…. Saya rasa itu uda cukup cerah deh…. hehhe…. Aku saranin Bro, untuk baca dulu artikel aku. Klo ada yg ga ngerti silakan tanyain ke aku….. Soalnya tiap org beda” Bro… Hehhe….
Peace,…….
April 7, 2009 pukul 2:10 am
salam kenal,
Mau tanya mas…
bagaimana cara membawa mobil X-trail karena saya baru mendapatkan mobilnya…..
apakah sama dengan mobil matic yang lain???
mohon bantuannya mas……..
April 7, 2009 pukul 10:05 am
Baru dikasi X-Trail BOSS???? Weleh-weleh…. Hebat bgt, BOSS bisa dapet mobil mewah.. Hehehe… Peace…. Pada dasarnya penggunaan mobil matic X-Trail sama seperti yg saya paparkan diatas…. Kecuali klo BOSS pake mobil” tipronic atau yg ada paddle shiftnya… Hehehe…… Thanks ya…..
April 20, 2009 pukul 5:48 am
mas aku baru dpt X-Trail 2004 kira2 oli persenelingnya diganti yang merk apa dan berapa harganya . selain itu di depan tuas persneling matic ada knop apa fungsinya ya . trus fungsi Over Drive itu apa yang , thanks, maklum biasa manual
April 20, 2009 pukul 9:35 am
Salam otomotif,
Salam kenal Bro Manissan, Sebaiknya ganti oli persneling dengan yang asli pabriknya dan ganti di bengkel resmi. Soalnya biasanya dibengkel resmi, peralatannya jauh llebih lengkap dari bengkel biasa. Dan oli persneling proses penggantiannya jauh lebih sulit dari oli mesin… Waktu itu CR-v papa saya ganti oli persneling sampe 500rb… Hehhe…. Maksudnya yg lubang kecil tepat didepan shift knob??? Klo emang bener itu, itu adalah lubang yang jika di tusuk dengan kunci kontak (hanya kunci, JGN yang lain) bisa memindahkan persneling dari posisi P ke N. Biasanya peristiwa ini kita gunakan saat mau parkir paralel. Soalnya klo parkir paralel, kita perlu pake persneling N. Sedangkan klo mesin belum mati uda di pindahin ke N, kita ga bisa cabut kuncinya…. hehhe…. Nah Over Drive itu nama kerennya persneling tambahan BOSS… Biar lebih lengkap ttg over srive, baca artikel ini BOSS….
http://willycar.wordpress.com/2008/02/08/od-dalam-transmisi-otomatis/
April 21, 2009 pukul 5:52 pm
tdi kan saya baca commentny gini “Saat di tanjakan mobil gas sedikit lalu secara perlahan lepaskan tuas rem tangan pada mobil kita”
apakah kita masih harus menggunakan rem??
atau langsung gas aja??
klo kita trun dri tnjakan apakah boleh tuas transmisi posisi 1??
n saya mau nanya apa bedanya new camry 2.4VT dgn 3.5QA??
April 23, 2009 pukul 8:18 am
Salam kenal,
Tidak perlu di injak kembali pedal remnya…. Cukup injak gas sedikit dan secara perlahan lepas tuas rem tangan… Hehehe…..
Klo turunan kita gunakan tuas transmisi posisi 1 atau L, sah sah aja kok. Hal itu biasanya dinamakan engine brake. Jadi pengendara tidak perlu menginjak pedal rem terlalu dalam, karena telah di bantu oleh mesin (dapat dilihat dari jarum rpm yang pas ikut meranjak naik)..
Perbedaan yang pasti mencolok itu dari segi kapasitas mesinnya. Klo 2.4V itu hanya 2400cc sedangkan 3.5Q kapasitas mesinnya sebesar 3500cc. Sedangkan antara huruf V dan Q itu hanya perbedaan optional dalam interior mobil. Misalnya yang tipe Q lebih mewah di banding V.. Thx….
April 29, 2009 pukul 5:03 am
di rubrik balasan Bos pernah mengatakan, kalau pada transmisi matic pada posisi berhenti (lampu merah, atau macet) kita dianjurkan ke tuas D,agar irit kampas, apa nggak salah tuh soalnya kl posisi D dan berhenti kan harus nginjek rem. dan kedua mo nanya mobilku (X-trail) kl tuas posisi D or R dan rem dilepas tanpa di gas mobil langsung jalan , emang gitu ya Bos. trus pada posisi P kunci tetap bisa dicabut meskipun tanpa ditusuk yang depan tuas, salah apanya ya
April 29, 2009 pukul 5:32 am
Wez…. Kayanya saya ga pernah bilang seperti itu deh…. Hehehe… Mungkin Bro salah baca kali….. Hehehe…
Klo tuas D or R terus dilepas pedal rem, terus jalan. Justru itu bagus Bro. Itu berarti koplingnya masih bangus. Klo jalannya uda pelan atau bahkan ga jalan sehingga qt musti injek gas dulu. Itu berarti kopling uda abis BOSS…. Klo pertanyaan yg kedua, saya kurng jelasnih.. Mungkin bs di perjelas???
September 23, 2009 pukul 10:05 am
Untuk artikel di atas, point #4 mungkin seperti yang dimaksud mas Purnomo.
Mungkin maksud mas Willy adalah digeser ke N?
Atau mungkin saya yang salah pengertian.
Salam kenal
Mei 6, 2009 pukul 4:10 am
Salam kenal bung Willy…
Saya mau tanya fungsi transmisi matik di posisi S dan L dan fungsi 7 Speed dan tanda + dan – di steer, bgmn cara pengoperasiannya, karena saya baru saja beli Honda City Matik Th. 2004 namun buku panduannya sdh tdk ada, satu pertanyaan lagi : apa tanda2 transmisi matik yg sdh rusak, terima kasih atas penjelasannya.
Mei 7, 2009 pukul 8:07 am
Salam kenal juga Bro Dadang..
L itu artinya Low Gear, berarti apabila tuas dipindahkan kedalam posisi itu. Mobil menggunakan transmisi paling rendah atau pada mobil manual namanya gigi 1, biasanya posisi tuas di L itu untuk mengakomodir keperluan mobil saat melewati jalan menanjak atau saat melewati jalan menurun. Penggunaan jalan menurun ini digunakan agar Bro tidak terlalu dalam menginjak pedal rem. S itu sama seperti gigi 2 di manual.. Hehehe…. + dan – itu merupakan sistem yang hampir mirip dengan manual, yaitu kita memindahkan transmisi lewat tombol itu tanpa harus menginjak kopling, walaupun sebenarnya memang ga ada kopling manual di mobil matic.. Hahaha… + untuk menaikan tingkat percepatan dan – untuk menurunkannya. Tanda” transmisi matic rusak itu
1. Saat dipindahkan ke D atau S atau L tenaga yang dihasilkan sedikit, artinya mobil hanya berjalan pelan sekali bahkan apabila sudah parah mobil tidak akan bergerak sampai kita menginjak pedal gas yang cukup dalam.
2. Saat terjadi pergantian tingkat percepatan yang dilakukan otomatis oleh komputer, terjadi sentakan yang membuat kita tidak nyaman. Konsumsi BBM akan jauh lebih boros dari klaim pabrik apabila transmisi yang cukup memerlukan perhatian lebih ini rusak.
Saran saya adalah, gantilah oli matic setiap 10.000 KM dan lakukan pengurasan oli matic setiap 25.000KM… Hehehe… Thx…
Mei 24, 2009 pukul 2:07 pm
mau nanya nehhhh
bagaimana n kapan n apagunanya tanda S dan L di Honda City Matic, makasih bossss…
Ditunggu jawabnya
Mei 25, 2009 pukul 1:25 am
Silakan BOSS……… Hehehe………
Oke… jadi transmisi S n L itu adalah tingkat percepatan di bawah D. S biasa di sebut gigi 2 pada manual dan L disebut gigi 1 pada manual. Gunanya gigi S itu apa bila mobil sedang dalam posisi menanjak dan butuh torsi lebih besar agar mobil terasa di paksakan. Sedangkan posisi L itu biasa di gunakan apabila mobil sampai terhenti di tengah” jalan menanjak. Itu fungsi utama dari transmisi S dan L. Fungsi lainnya itu dari transmisi S dan L bisa untuk engine brake. Apa itu engine brake??? Jadi engine brake itu adalah peristiwa disaat mobil membutuhkan pengereman lebih kuat lagi. Jadi engine brake ini sering digunakan pada saat Bro sedang dalam kecepatan tinggi dan tiba-tiba harus mengerem mendadak, nah dari posisi D bro boleh injek rem habis”an setelah itu geser transmisi ke posisi S bahkan kalau di perlukan silakan geser lagi ke posisi L. Sedangkan fungsi tambahan lainnya itu saat bro sedangkan melewati jalan menurun, agar kerja rem tidak terlalu berat Bro dipersilakan untuk menggeser posisi D ke S…… Hehehe….. Thx….
Mei 26, 2009 pukul 1:57 pm
alo pa willy,
mau nanya neh, mobil sy nissan genesis matic, kenapa yah klo pake D, perpindahan gigi dari gigi 2 ke 4 harus di rpm 4500 dan klo mau stabil di kecepatan 100 km/jam harus di rpm 5000 ? trims
Mei 26, 2009 pukul 11:48 pm
Jangan panggil saya “pak”, panggil aja Willy… Hehehe… Usia saya jauh laebih muda dari Bro.. Hahha….. Klo perpindahan gigi 2 ke 4 harus di rpm 4500rpm, itu berarti injakan kaki Bro terlalu dalam. Jadi ECU membaca, klo Bro mau berakselerasi penuh.. Hehehe…
Klo kecepatan stabil 100km/h harus di rpm 5000, coba pencet tombol O/Dnya donk…. Hahahaha…….
Penjelasan saya diatas, saya asumsikan sistem transmisi Bro masih berjalan baik dan normal… Hehehe…
Mei 27, 2009 pukul 11:30 am
waw bung willy komentarnya makin banyak… sampai saat ini sy masih sering meneliti ttg memanualkan matik dan mematikkan manual.. sukses bro
Mei 27, 2009 pukul 12:22 pm
Hahahha…… Ada-ada aja BOSS kita ini…. Hehehhe…. Sama-sama sukses BOSS….
Mei 27, 2009 pukul 2:56 pm
Alo willy,
Menyambung jawaban di atas, maksud saya klo ga di rpm 4500 maka gigi nya tertahan di 2 aja, ga mau pindah ke 4, seolah2 ga ada gigi 3 nya.
sy udh pencet tombol OD nya tapi tetep harus di rpm 5000 klo mau 100 km/jam, knp yah ? apakah kopling nya sudah tipis ? atau harus kuras oli matic nya?
satu lagi … paking carter nya rembes oli. Kira2 bengkel mana yg oke untuk benerin nya ?
Maaf banyak nanya neh ….
Mei 28, 2009 pukul 6:12 am
Alo juga Bro Mbam….
Wah, klo kaya gitu rada gawat juga Bro… Hehhe… Mungkin terjadi kerusakan pada komponen matic-nya. Saya sarankan untk dibawa ke bengkel resmi agar dapat di tangani lebih maksimal…
Berarti klo kaya gitu. Pencet O/D ataupun ga pencet O/D ga ada efeknya donk??? Berarti ada masalah di O/Dnya bro. Mank belum pernah kuras oli matic??? Bukannya kita wajib kuras oli matic antara 20rb-25rbKM ya…. Klo kopling tipis itu memang akan berpenngaruh dengan kecepatan mobil. Tanda” kopling matic ud jelek itu. Saat tuas dari posisi P atau N lalu di geser ke D, ga ada hentakan dari mobil, klo pedal remnya di lepas mobil hanya berjalan pelan, yang lebih parahnya lagi walaupun sudah di geser ke posisi D mobil masih ngga mau jalan sampai kita injek gas dulu….. Hehehe…..
Saya saranin untuk dibawa di bengkel resmi aja. Lebih baik buang uang lebih mahal sedikit tapi hasilnya kelihatan. Soalnya masalah mobil matic itu cukup rawan… Hehehe….
Gpp santai aja lagi…..
Mei 28, 2009 pukul 1:54 pm
Malam Bro Willy….
begini ceritanya … klo dari P atau N ke D tidak ada hentakan dan mobil dpt berjalan perlahan tanpa di gas. mobil baru di beli 3 minggu jd blm sempet kuras oli cuman sy pernah nambahin oli nya 2 liter, karena takut abis akibat rembes oli nya.
Jd masalah utamanya yaitu td waktu pake D, klo mau 100 km/jam di tol harus di rpm 5000, mgkn ga klo di kuras oli matic nya bakal sembuh ???
Sy pernah denger ricardo matic, wani matic tapi jauh di tanggerang…hehe..ada ga bengkel matic di bekasi, katanya ada di kali malang di jalan H. Naman, pondok kelapa.
trims pisan
Juli 24, 2009 pukul 4:26 am
alo bang, lama sudah kita tak bersua…
ada ga pengaruhnya pd sistem transmisi matik kalo mobil yg seharusnya minum pertamax dipaksa minum premium ?? mengingat sekarang sy tinggal sementara d daerah yg pertamaxnya langka….. Terkadang ada juga yg nyediain pertamax tp stlh d cek ternyata premium….
apa efek jangka panjang n pendeknya?
Juli 26, 2009 pukul 4:07 am
Nah, link dibawah ini jawabannya BOSS……… Monggo dibaca”……
http://willycar.wordpress.com/broquet-performance-maker-fuel-saver-mobil/
Oktober 16, 2009 pukul 8:08 am
alo bang … bagi2 pengalaman ni
ada gejala pd focus 2.0-ku yang ku kira kerusakan ato apa.. gejalanya seperti ini, pada mode manual di gigi 4 (gigi max) di tengah perjalanan tiba2 rev turun dari 3000 ke 2500 RPM… sebelumnya kupikir ada masalah. Pada kesempatan lain terjadi lagi, setelah diperhatikan RPM memang turun seperti d atas tp akselerasi dan kecepatan bertambah.
Yang jadi prtanyaan, apa ada gigi 5 yang tersembunyi? yang bekerja di kondisi tertentu?
sekarang sy ckp menikmati gejala aneh tersebut dan cenderung memanffatkannya…
September 7, 2009 pukul 6:49 am
Saya punya stream 2004 1.7 transmisi matic, kalau mundur kadang agak berat jalannya kayak slip, dan perpindahan dari D ke R, selalu bunyi suara “Klek” agak kencang, terus kalau jalan diaktu hujan kayak ada suara getar yang kencang di bawah kaki dan tenaga jadi kurang nggak bisa lari…, saya sudah ganti oli ATF.., tetap begitu kenapa ya… ada yang tahu kah…, kalau rusak maticnya kira2 apanya ?, dan harus biaya berapa nih…, please.
September 7, 2009 pukul 11:19 am
Klo kena maticnya bakal abis duid banyak BOSS… Tapi klo kaya gt coba diperiksa kopling-nya BOSS…
September 23, 2009 pukul 5:54 am
salam kenal bro willy,
saya mau tanya nih, beberapa waktu yg lalu saya mengemudikan mobil matic, karena terbiasa dengan mobil transmisi manual, setelah parkir saya lupa memindahkan posisi gigi ke posisi P, dankondisi perseneling masih di N (rem tangan tidak digunakan karena posisi parkir paralel), apakah ada pengaruhnya sehingga membuat kerusakan pada kopling/ mesin?
terima kasih
September 23, 2009 pukul 12:44 pm
TIDAK…. Apabila seperti itu tidak akan merusak komponen transmisi-nya… Memang ada beberapa mobil yang dapat dengan mudah di geser ke posisi N saat mesin mati atau ke posisi N tetapi kunci bisa dicabut. Kalaupun tuas transmisi tergeser ke posisi D atau R atau tuas lain yang bisa membuat mobil bergerak dan mobil di starter maka efeknya hanya mobil tidak dapat menyalan hingga tuas di geser ke posisi N atau P.
Yang dapat membuat kopling bisa aus pada transmisi matic adalah apabila saat mobil berhenti lama tetapi tuas transmisi tidak di geser ke posisi N atau P….
September 26, 2009 pukul 10:38 am
Halo Mas Willycar
memang di beberapa artikel Cara Menggunakan Transmisi Matik yang Aman sudah banytak yang saya baca, tapi ada beberapa pertanyaan mungkin saya minta Tip yang sederhana dari anda…saya punya mobil Toyota Crown Royal Saloon tahun 1998 Transmisi Matik
Seperti mobil manualkan waktu mau dijalankan gigi 1 dulu baru over ke gigi 2 dan seterusnya, nah pada mobil bertransmisi Matic menjalankan mobil sebaiknya Transmisi langsung diarahkan ke D atau L dulu ?,
September 27, 2009 pukul 12:56 am
Klo di jalan kosong lebih baik langsung di D aja… Tapi klo kaya stop n go gt, mending pake L aja dulu BOSS…
September 27, 2009 pukul 7:11 pm
Terima kasih mas…atas tip nya…
September 27, 2009 pukul 4:01 am
Gue mo nanya, gimana sih cara mengemudi mobil matik dengan benar, truss apa fungsi D-3 dan bagaimana aplikasinya pada transmisi matik di mobil Toyota Rush.trims atas jawabannya, mohon dibalas ke emailku ya
September 30, 2009 pukul 1:02 pm
Oh ya…. Jadi di Toyota itu memang ada yang memakai D-3, sebenarnya sama saja seperti D. Tetapi perbedaan mendasarnya adalah D itu bisa mecapai Top Speed sesungguhnya dari sebuah mobil. Sedangkan D-3 itu memilki gear setingkat di bawah D jadi tenaga di putaran bawah sedikit lebih “dapet” di banding D…
September 28, 2009 pukul 9:12 am
Dear Bapak Expert
Pertanyaan saya, apakah benar transmisi Matic menyebabkan boros bahan bakar asumsi cara berkendara normal? Saya punya cefiro A31 matic tahun 1992 cc2000. Kok dalam kota konsumsi bensinya 1:5 padahal saya sudah tuning ke Bengkel resmi Nissan dan reportnya sudah di setel normal.
Kalau saya rubah transmisi menjadi Manual apa kerugianya pak dari sisi mesin?
Terima kasih banyak Pak. Ditunggu Responsnya.
September 30, 2009 pukul 1:40 pm
Jangan panggil saya Bpk. Expert… Panggil aja Willy…
jadi yang bikin matic itu boros, karena “ngeden”-nya BOSS sama kualitas BBM yang kita gunakan….
Klo mau rubah ke manual tranmisision, kerugiannya ada di budget yang harus kita keluarkan untuk mengganti dan merubah tranmsisi. Belum lagi setting-setting yang harus kita rubah dengan ketelitian yang blm tentu sama seperti settingan pabrik…
BTW Cefiro itu enak bgt buat drifting loh BOSS….
September 28, 2009 pukul 9:35 am
Dear Expert
Ikut Nimbrung yah.
1. Apakah benar kendaraan transmisi Matic lebih boros bahan bakar dari pada manual asumsinya mengemudi dengan baik.
2. Kalau saya mengganti transmisi Matic ke manual, apa yg menjadi kerugianya dari sisi mesin.
3. Trus Mesin CC2000 matic dengan konsumsi bahan bakar 1:5, pemakaian normal dalam kota. apakah itu normal atau tidak. Kira2 kerusakan apa yg menyebabkan mesin matic menjadi sangat boros bahan bakar.
Trimakasih Bapak
November 11, 2009 pukul 4:53 pm
saya punya honda stream matic 2.0 kok borosnya bukan main 1-5 aja utuk kota2,gimana cara utk bisa irit ,sya coba ke manual ,krn punya saya triptonik,tp kayaknya ngak ada beda ,tolong di kasi petunjuknya
pak expert
November 12, 2009 pukul 11:58 am
Wew…. Boros juga ya…..
Tiptronik mah, ga memiliki pengaruh yang terlalu besar dalam konsumsi BBM. Karena pada dasarnya, tetap saja matic. Hanya saja, kita bisa berolahraga jari sedikit lewat tiptronicnya….
Coba periksa kualitas BBM, Periksa filter udara, filter BBM, jangan lupa bersihkan injektor dengan engine cleaner secara periodik, klo MAU LEBIH IRIT LAGI PAKE BROQUET AJA BOSS…
http://willycar.wordpress.com/broquet-performance-maker-fuel-saver-mobil/
November 30, 2009 pukul 12:36 pm
apa bisa selang bensin untuk stream dilepas kalo dipasangi broquet fuel maker,kata org2 ngak bisa dilepas,susah gimana solusinya
November 21, 2009 pukul 1:50 am
Artikel yang bagus sekali…saya jadi tenang menyetir dengan mobil automatik..terima kasih willysan
November 21, 2009 pukul 2:52 am
Sama – sama Watanabesan…
November 21, 2009 pukul 5:23 pm
salam kenal
aq user KIA CARENS I THN. 2000 MATIC (baru beli second).. ulas donk all about kia cr I … apa yg kudu diperhatikan, mengingat made by korea …
very2 thanks 4 att
November 21, 2009 pukul 11:41 pm
Salam kenal…
Sebenarnya pada mobil matic baik itu buatan Jepang dan Korea tidak ada yang perlu di perhatikan. Yang perlu di perhatikan pada mobil matic adalah penggantian secara berkala fluida transmisi-nya. Sebaiknya ganti fluida setiap 10000KM, dan kuras fluida transmisi sesuai yang tertera pada buku manualnya…
November 23, 2009 pukul 6:38 pm
Salam Kenal
Pa Will
Maaf klw mengganggu waktunya cuma mau tanya
p’will apakah ada pengaruh kalau saya beli daihatsu terios yg sudah 36000km-nya? kondisi ok’
trimakasih p’will
November 23, 2009 pukul 6:45 pm
Sala, Kenal
Pa’will
Maaf’saya mau tanya apa ada pengaruh/kekurangannya klw saya beli daihatsu terios elegan auto kondisi bagus tapi sudah 36000km-nya
dan tolong kiat&saran poin pertama apa yg harus kita
survey atw check kondisi mobil bekas seperti terios elegan 2007 ini’ ??
trimakasih
ditunggu jwbnya”
November 24, 2009 pukul 9:57 am
Ooo…. Klo masih kilometer segitu sih masih aman untuk membeli Terios itu (dengan catatan history pemakai terdahulunya ga liar setiap nyetir ya…
)
Yang harus diperhatikan itu, perpindahan giginya: Liat apakah perpindahannya halus atau cenderung kasar.
Akselerasi mendadak: Coba pindahkan tuas ke posisi D lalu injak pedal gas secara tiba – tiba (kick down), apakah tenaga terasa baik? Perhatikan apabila ada suara aneh.
Periksa kopling matic-nya: Geser tuas ke posisi D lalu lepas pedal rem dan lihat reaksinya. Apabila mobil melaju dengan kecepatan yg cukup cepat, maka kopling masih bekerja dengan baik.
Oh ya, jangan terpengaruh dengan angka kilometer ya apalagi klo belinya sama org yg ga dikenal. Karena angka tersebut bisa di putar” walaupun sudah digital…
Desember 3, 2009 pukul 3:01 am
salam kenal willy, saya mau tanya nih.. saya baru saja beli honda accord matic thn 90 dan kondisi mbl benar2 langka alias sngt terawat dari seluruh body. yg saya tanyakan : apakah ada kekurangan/kelemahan transmisi matic utk mbl honda accord maestro matic 90 kah ? lalu oli merk apa yg cocok utk trasmisi matic khs honda tsb ? dan setiap berapa kali ganti oli transmisi kah / berapa ribu km kah ? apakah bila kondisi mobil parkir/mati posisi tuas tetap aman / boleh saja dlm posisi N ? trims ya.
Desember 3, 2009 pukul 12:34 pm
1) Klo untuk kelemahan transmisi matic Accord saya rasa tidak perlu di khawatirkan (Maklum, HONDA…….
) Hanya saja tolong perhatikan kondisi oli transmisinya, klo bisa ganti lebih cepat sebelum waktunya. Maklum, mengingat usia kendaraan yang sudah seumuran saya……
peace……
2) Klo masalah merk, ga jadi masalah dan ga usa yg terlalu encer. Karena mobilnya buatan taun 90, jadi teknologinya blm secanggih yang sekarang. Pake punya Honda resmi lebih bagus tuh BOSS…
3) Klo bisa setiap 10rb KM ganti oli transmisi dan setiap 20rb KM KURAS oli transmisi. Tp lebih bagus klo prosesi ini di lakukan setiap 1000KM sebelum waktunya..
4) Boleh” saja, tapi klo parkirnya di tempat permanent sebaiknya geser ke posisi P aja biar lebih aman. Nah, klo parkirnya ga permanent seperti parkir paralel, sah sah aja sih….
Desember 4, 2009 pukul 2:39 pm
mas sy mau tanya ni, sy berniat mau ganti mobil. mobil sblmnya manual, nah skrng sy bingung mau ambl manual lg atau metic.. skrng sih berminat utk metic krna jln’an yg macet setiap hri,tp sy ms ragu2 karna sy blm begitu mahir mengendarai mobil metic (bisa dan tahunya N netral, P parkir, R mundur, D jln) untuk 2 dan L apa fungsinya ga bgt paham.. apa lagi dgn bnyknya parkiran menanjak atau curam, dan jln tol yg terkadang perlu rem mendadak (yg sy dengar mobil metic tdk bisa utk rem mendadak) ini yg membuat sy ragu. mohon bantuannya (bljr singkat) hehe..
terimakasih banyak mas..
salam kenal..
Desember 4, 2009 pukul 2:52 pm
SIP…….
gigi 2 digunakan saat kita sedang melewati jalan menanjak yang tidak terlalu curam. Apabila gigi D dirasa sudah cukup berat melibas jalan menanjak tersebut, silakan geser tuas kemudi ke posisi 2. Tetapi apabila jalanannya sangat curam dan walau sudah digeser ke posisi 2 tetapi mobil terasa masih kurang tenaganya, silakan geser ke posisi L. Nah, sekarang uda tau fungsinya kan, tapi tunggu dulu. Itu baru permulaan…
Bukannya ga bisa rem mendadak. Bisa – bisa aja, tapi jarak yang dibutuhkan untuk melakukan pengereman mobil matic itu lebih panjang karena mobil matic tidak seperti manual yang bisa engine brake. Engine brake itu adalah pengereman yang dibantu oleh mesin saat kecepatan tinggi dengan cara menurunkan tingkat percepatan gigi mesin. Tapi tenang, pada mobil matic juga bisa kita buat serupa kok. Caranya, saat kita sedang high speed dan kondisi jalan didepan mengharuskan kita untuk segera menghentikan mobil. Selain menginjak rem habis – habisan, kita juga bisa menggeser tuas gigi dari posisi D ke 2 atau apabila sangat darurat bisa digeser lagi ke posisi L.
BTW, klo mau beli mobil matic. Kebetulan papa saya mau jual Yarisnya tuh… Mungkin cocok…..
http://willycar.wordpress.com/mobil-di-jual-murah/
Desember 9, 2009 pukul 6:36 am
Bro Willy dah baca2 sangat2 bermanfaat bgt neh blognya buat yg mau tau lebih dalem ttg matic
mau nanya dikit bro :
1. L itu ibarat gigi 1 nah kalo 2 ibarat gigi 1->2 atau gigi 2 saja?
2. L itu jika di gas terus bisa pindah gigi ke tahap selanjutnya apa hanya tetap di 1 dan RPM meninggi?
3. Jika di posisi ‘2′ terus dalam keadaan macet masikah aman digunakan? serasa gigi 1 – 2 1 – 2 pd manual atau masih lebih baik pakai L/1?
4. Misalkan mobil sudah jalan digear posisi L jika mau ke D apakah gas dilepas baru ke D atau tetap gas di injak lgs ke D?
Terima Kasih bro…GBU
Desember 9, 2009 pukul 11:26 am
Wah, sama Bro….. Tanpa dukungan dari Bro semua, blog ini juga ga akan seperti sekarang (walaupun, sekarang masih banyak yg perlu di perhatiin)
1. Betul, L itu ibarat gigi 1. Dan 2 itu ibarat gigi 2. jadi mereka terpisah gitu.
Kalau kita pindahkan tuas ke gigi 1, itu ga akan melakukan perpindahan sampai jarum rpm-nya mentok 

2. Betul lagi…..
3. Aman sih aman BOSS, tapi saran saya pakai gigi L saja. Karena ratio gigi L lebih besar dari gigi 2. Jadi akan lebih efisien bahan bakarnya…
4. Langsung digeser ga masalah kok. Tapi klo langsung dari L ke D, sebaiknya geser ke gigi 2 dulu. Baru geser ke D.
Sama” Bro…. GBU too..
Desember 19, 2009 pukul 1:07 pm
yth,pak willy,terimakasih sebelumnya, informasinya sangat bermanfaat. begini pak, saat ini saya beru belajar mobil matic pakai mercy E220, yang mau saya tanyakan apakah rem tangan dapat berfungsi pada saat mesin mobil otomatis mati/mogok?tindakan apa yang tepat jika mobil otomatis mogok ditanjakan?dapatkan tuas dipindah dari D ke P saat mobil mogok?terimakasih.
Desember 21, 2009 pukul 12:16 pm
Bisa saja kok Pak…. Apabila mogok di tengah jalan menanjak, tuas transmisi bisa langsung dipindah ke posisi P.
Mei 28, 2009 pukul 2:19 pm
Malam juga Bro mbam… hehehe…..
Klo saran saya sih, mending dibawa aja dulu ke bengkel yang Bro percaya. Karena saya belum melihat mobilnya itu seperti apa, tp klo membaca yang “tidak ada hentakan dan mobil berjalan perlahan tanpa di gas” saya takutya terjadi kerusakan pada transmisi maticnya. Tp coba konsultasi kebengkel yang terpercaya aja, klo dia bilang untuk kuras oli matic. Jgn ragu untuk kuras Bro… Hahaha…. Klo bengkel matic, aku kurang tau. Coz, selama ini aku selalu kuras oli matic di bengkel resmi.. Hehhe……..
September 23, 2009 pukul 12:47 pm
Iy, saya yang salah ketik Bro…..
Saya langsung revisi nih….
Thanks atas ketelitiannya ya BOSS….
September 30, 2009 pukul 1:07 pm
Sama” BOSS???
Oktober 17, 2009 pukul 3:30 am
Oh, mungkin saja focus anda memiliki O/D otomatis. O/D itu seperti ada gigi tambahan di mobil matic BOSS…..
Biar lebih jelas silakan baca artikel dibawah ini BOSS…
http://willycar.wordpress.com/2008/02/08/od-dalam-transmisi-otomatis/
Oktober 23, 2009 pukul 8:09 am
ok thx bung
Oktober 23, 2009 pukul 11:57 am
Sama” BOSS…….
Desember 1, 2009 pukul 11:04 am
Nanti akan kita lihat apakah bisa dilepas atau tidak, andaikan tidak bisa. Solusinya mudah kok, kita tambahkan selang BBM dari kita aja…. Kaya caranya Innova…