Mei 18, 2008...9:57 am

Sophan Sophian Meninggal Karena Jalan Rusak

Lompat ke Komentar

Tragis sungguh tragis, lagi-lagi karena jalan yang rusak harus meminta satu korban lagi. Actor senior kita Sophan Sophian telah berpulang ke rumah tuhan pada (18/05) karena jalan yang rusak. Alm. Shopan Sophian yang melakukan touring ke Surabaya Timur yang start pada 12/05 di Jakarta yang bertujuan untuk memperingati 100tahun. Pada awal start Sophan Sophian nampak sehat. Sejak awal berangkat Sophan selalu membocengi Widyawati, tetapi beruntung pada kejadian itu berlangsung Widyawati tidak diboncengi oleh Sophan melainkan menumpang pada mobil rombongan.

Artis dan juga politisi senior Sophan Sophian sebelum tewas dalam kecelakaan di Ngawi, berencana untuk pensiun dari naik motor gede sebagaimana dilakukannya saat kecelakaan.

“Dia bilang sama saya. Aduh kalau kita selamat sampai Jakarta 20 Mei nanti. Saya tidak mau naik motor lagi, saya sudah lelah,” kutip teman dekatnya di Moge, Le Roy Usmani di rumah duka, Bintaro, Jakarta, Sabtu (17/5/2008).

Menurutnya, kemungkinan hal itu adalah tanda-tanda. Namun, saat itu Le Roy mengaku hanya tertawa, karena biasanya Sophan selalu bicara demikian.

Selain itu, Le Roy juga pernah menyaksikan Sophan dan istrinya Widyawati sangat mesra sekali di Rembang pada 14-15 Mei lalu. “Selama touring beliau tidak pernah bernyanyi. Tapi saat itu dia bernyanyi bersama Widyawati menyanyiakn lagu Romeo dan Juliet,” ujarnya.

Saat itu, Le Roy melihat kebersamaan antara pasangan suami istri ini yang tidak mungkin bisa dinikmati orang lain. “Istrinya sangat mendukung beliau. Makanya setiap pergi touring, istrinya selalu ikut,” jelasnya.

Saat di rumah sakit, aku Le Roy, Widyawati mengatakan kepada dirinya, kepergian Sophan seperti mimpi. “Saya bilang, saya juga merasa seperti mimpi. Tapi, ya sudah lah bagaimana pun ini sudah rencana Allah, kita sebagaimana manusia tidak tahu,” pungkasnya.

Proses pemakaman Sophan Sophian tidak hanya diwarnai suasana haru. Tapi juga, semangat kemerdekaan bangsa Indonesia. Saat jenazah dikebumikan, seluruh pelayat yang hadir teriakan, “Merdeka”.

Setelah proses pemakaman usai yang ditandai tabur bunga, pembawa acara meminta seluruh pelayat yang hadir di TPU Tanah Kusir meneriakkan “Merdeka” sebanyak tiga kali. Lalu, dilanjutkan dengan kata “Indonesiaku, Indonesiamu”.

Proses pemakaman yang dimulai pukul 09.10 WIB ini sontak tak hanya menghadirkan rasa haru, tapi juga semangat nasionalisme.

Saat pemakaman, istri Sophan, Widyawati terlihat berusaha menahan tangisnya. Namun, kesedihan yang mendalam tak bisa membendung air matanya yang terus mengalir. Terlebih, ketika mantan politisi PDIP Arifin Panigoro membacakan riwayat hidup teman dekatnya itu sebelum tabur bunga.

Sementara, Mensesneg Hatta Rajasa memberikan sambutan mengenang semangat nasionalisme Sophan semasa hidupnya.

“Sophan Sophian adalah seseorang yang tidak pernah lelah mengobarkan semangat kebanggaan dan nasionalisme terhadap Indonesia. Dia selalu ingin memberikan sesuatu

1 Komentar

  • seandainya yang jatuh itu ketua RT Gue. Yakin seyakin-yakin nya jalan raya tersebut tidak akan pernah diperbaiki….


Tinggalkan Balasan