![]() |
OTOMOTIFNET – Setelah sebelumnya melakukan tes optimalisasi bahan bakar dengan berbagai macam produk pengirit bahan bakar yang di rancang oleh Hendry Martin, ST. Kali ini Otonetters, komunitas member di Forum OTOMOTIFNET.COM kembali mengibarkan bendera Otoneters Indepnedent Tester dengan melakukan pengetesan CDI programmable untuk Honda Supra X125.
Sekaligus dipilih 4 merek dalam pengetesan ini yaitu BRT, Rextor, XP202 dan Cheetah Power. Syaratnya harga jual masing-masing CDI yang diiukutkan dalam komparasi ini harus tidak lebih Rp 500 ribu. Harga ini paling ideal untuk kebutuhan korek harian atau sekedar plug & play pada motor dengan spek standar.
Pengetesan CDI berlangsung cukup panjang dari akhir Februari hingga awal April ini. Panjangnya waktu disebabkan ada empat variable pengetesan yang dites secara terpisah. Yaitu, peak rpm untuk mencari siapa yang punya limiter paling tinggi. Kemudian ada tes akselerasi dengan menggunakan alat ukur Racelogic.
Dilanjutkan dengan melakukan tes konsumsi bahan bakar dan terakhir tes power dan torsi dengan dyno tes. Tujuan pengetesan ini dalam beberapa tahapan terpisah, bukan untuk mencari siapa yang terbaik diantara keempat CDI tersebut. Tapi lebih berfungsi untuk memetakan mana yang terbaik sesuai kebutuhan konsumen. Mengingat tiap CDI memiliki karakter yang berbeda satu sama lain.
Motivasi konsumen dalam memilih CDI pun berbeda-beda. Ada yang mengganti CDI sekedar karena mencari tenaga besar tapi ada juga yang hanya ingin akselerasi motornya makin ngacir atau malah ingin konsumsi bahan bakarnya semakin irit. So, mari ikuti ringkasan dari empat proses pengetesan ini.
Pengetesan ini dilakukan pada sebuah Honda Supra X125 pinjaman dari PT Astra Honda Motor (AHM) dalam kondisi benar-benar baru dan standar tanpa ubahan apapun. Juga dipilih tiga tester untuk menjalani semua rangkaian pengetesan. Dua dari member Forum OTOMOTIFNET.com (Bintang Pradipta dan Spidlova) dan satu wakil dari redaksi OTOMOTIFNET.com (Popo).
Dalam keseluruhan pengetesan ini digunakan kurva yang telah direkomendasikan oleh masing-masing produsen CDI. BRT meminta klik kurvanya disetting di posisi angka 8 yang artinya timing pengapian di atur pada 35 derajat sebelum titik mati atas. Rextor memilih kurva ditaruh di posisi angka 0. Sedang Cheetah Power menyarankan untuk menggunakan kurva pertama. Dan XP202 karena tidak memiliki pilihan kurva maka langsung colok.
Pengetesan Tahap 1 : Siapa Limiter Tertinggi?
![]() |
Bertempat di bengkel Otomotif Service Station (OSS), pengukuran dilakukan dengan rpm meter merek BRT. Suhu mesin dipatok 70 derajat celcius dengan toleransi 5 derajat celcius. Masing-masing CDI dapat giliran digeber dua sampai tiga kali. Hasilnya saat di gas pada putaran mesin( rpm) paling tinggi, semua CDI ini mampu membuat mesin berteriak lebih dari 12.000 rpm. Bandingkan dengan CDI standar yang hanya bermain di angka 9.000 rpm.
CDI Standar = 9.841 rpm
CDI BRT Neo Click = 12.930 rpm
CDI Cheetah Power CP 400 = 12.700 rpm
CDI XP = 12.400 rpm
CDI REXTOR = 12.280 rpm
Pengetesan Tahap 2: Siapa Akselerasi Tercepat?
![]() |
Bertempat di depan kantor OTOMOTIFNET.com pengetesan akselerasi dimulai pada jam 11 malam saat kondisi jalan sudah benar-benar lengang. Panjang lintasan sekitar 300 meter, 200 meter untuk pengetesan dan 100 untuk jarak pengereman. Panjang trek ini mirip panjang lintasan drag bike yang panjangnya 201 meter.
Kondisi mesin tetap standar tanpa ubahan apapun. Dan semua tester (Bintang pradipta, Spidlova dan Popo) punya kesempatan 2 kali running untuk tiap CDI. Hasil di bawah ini diambil catatan waktu terbaik untuk 100m dan 200m. Catatan waktu selama pengetesan ini diukur dengan alat ukur Racelogic.
CDI Standar
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100 10.0
0-200 14.7
Bintang Pradipta
0-100 11.7
0-200 16.7
Popo
0-100 09.0
0-200 14.1
CDI BRT Neo Click
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100 10.3
0-200 15.1
Bintang Pradipta
0-100 09.4
0-200 14.2
Popo
0-100 08.5
0-200 13.3
CDI Cheetah Power CP 400
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100 08.1
0-200 12.9
Bintang Pradipta
0-100 09.6
0-200 14.6
Popo
0-100 09.3
0-200 14.4
CDI XP
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100 09.5
0-200 14.4
Bintang Pradipta
0-100 09.7
0-200 14.6
Popo
0-100 09.1
0-200 14.0
CDI REXTOR
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100 10.6
0-200 15.4
Bintang Pradipta
0-100 09.6
0-200 14.5
Popo
0-100 09.2
0-200 14.1
Pengetesan Tahap 3: Sipa Konsumsi Bahan Bakar Teririt?
![]() |
Pengukuran konsumsi bahan bakar dilakukan dengan menggunakan burette (gelas ukur), cara pengetesannya dengan melihat siapa yang paling cepat menghabiskan 100ml bensin. Secara sederhana dari hasilnya bisa dilihat, yang cepat habis berarti boros sedang yang lama abisnya berarti irit.
Saat pengetesan motor dalam keadaan diam dengan suhu mesin dipatok pada kurang lebih 70 derajat celcius. Dan putaran mesin dibuat statis pada 5000rpm. Pengukuran dilakukan dengan 3 stopwatch yang dipegang oleh Arseen lupin, Nanda, dan David. Didapat hasil rata-rata sebagai berikut:
CDI Standar : 1 menit 16 detik
CDI BRT Neo Click : 1 menit 25 detik (penghematan 11,84%)
CDI Cheetah Power CP 400 : 1 menit 22 detik (penghematan 7,89%)
CDI XP : 1 menit 15 detik (lebih boros 1,31%)
CDI Rextor : 1 menit 17 detik (penghematan 1,31%)
Pengetesan Tahap 4: Siapa Power Tertinggi?
![]() |
Test terakhir ini dilakukan di dynamometer bermerek Dyno Dynamic milik bengkel Khatulistiwa dikawasan Jl Pramuka, Jakarta Timur. Pengetesan dyno dilakukan tanpa ubahan apapun pada motor. Bahkan settingan angin dan bensin pada karburator dibuat seragam meski gonta ganti CDI. Pengetesan dilakukan 2 kali, dengan spuyer standar dan dengan spuyer yang sudah naik satu step dari standar. Ukuran 35/75 menjadi 38/78.
CDI juga tetap menggunakan pilihan klik/kurva yang sama dengan 3 test sebelumnya. Pada pengetesan ini suhu mesin dipatok seragam pada 90 derajat celcius sebelum mesin digas. Berkat blower yang dipasang di dekat blok silinder suhu mesin selama pengetesan bisa stabil dikisaran 100-110 derajat celcius. Dan tiap CDI punya kesempatan 5 kali run. Hasil yang diperoleh cukup mencengangkan.
Sesi pertama tanpa jeting
Max Power CDI Standar : 8 dk
Max Power CDI XP : 7,8 dk
Max Power CDI Rextor : 7,9 dk
Max Power CDI Cheetah Power : 7,3 dk
Max Power CDI BRT : 7,7 dk
![]() |
Sesi kedua dengan jeting
Max Power CDI Standar : 7,4 dk
Max Power CDI XP : 6,1 dk
Max Power CDI Rextor : 7,5 dk
Max Power CDI Cheetah Power : 6,8 dk
Max Power CDI BRT : 7,3 dk

Created By: otomotifnet.com
















165 Tanggapan
April 16, 2009 pukul 2:25 am
lantas kesimpulannya mana yang paling baik untuk konsumen yang pengen irit tapi cukup kenceng n ga perlu modif macem2?
sssssst…
jangan bilang CDI BRT lagi yak…he.3
itu mah sama aja promosi…
maskudnya DK itu apa yak?
DayaKuda gitu?
berarti setelah dikasih CDI racing malah jadi turun donk powernya?
April 16, 2009 pukul 6:29 am
Heheh….. Semua tergantung kita BOSS….. Memang ada beberapa faktor yang menentukan peningkatan Daya Kuda (DK) dalam mesin kendaraan… Karena setiap CDI memliki kualitas di bidang yg berbeda” pula… Hehhee……. Iya deh… Ga sebut BRT lagi… Tapi WRT (Willy Racing Team)… Wkwkwkkkw…..
April 23, 2009 pukul 2:31 am
Wkwkwk, keren juga namanya WRT. Nanti klo CDI na uda produksi, kita tes dulu powernya gmn bro willy. ^^ ‘Peace’
April 23, 2009 pukul 2:35 am
Bro Willy, daerah Mdn dkt mana tmpt yg byk ngejual CDI2 spt yg diatas? Soalnya kepingin ganti CDI na neh. Klo tau brp kira2 Budget yg hrs dikeluarkan utk CDI2 diatas di kota Mdn?
April 23, 2009 pukul 8:35 am
Klo dimedan… Aku kurang tau Bro Honda… Biasanya klo CDI racing gitu antara 300-400rb…..
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
April 27, 2009 pukul 2:23 pm
Kok power malah turun kalo make cdi racing, apalagi dengan jetting turunnya ampe 1 dk lebih..dari pembuktian diatas gak ada gunanya donk kita ganti cdi racing….gak salah tuh testingnya,..??
April 28, 2009 pukul 7:08 am
@Hendri,
Kebetulan, bukan kita yang testing BOSS……. Hehehe…………..
Agustus 3, 2009 pukul 5:11 am
2 tergantung setelan klep n kaburasinya
Mei 18, 2009 pukul 5:57 am
kalo harga cdi rextor yg programmable taw ga boz ?
Mei 18, 2009 pukul 12:09 pm
Klo ga salah 550rb BOSS…. Hehehe……..
Juni 5, 2009 pukul 8:50 am
Bro mohon Petunjuk, Gue mau beli CDI non limiter, yang bikin HP nya nambah + biki Irit BBM.
Lebih baik Pake CDI non limiter atau KOIL Racing?
Merk CDInya apa ya bro?
Juni 5, 2009 pukul 9:04 am
Bro mohon petunjuk, gw mau bli CDI non limiter, yang bikin HP nya nambah, + irit BBM, apa type dan merek nya? (untuk Jupiter Z 07)
perlu pake koil Racing lagi ga?
Juni 5, 2009 pukul 11:38 am
Sebenarnya secara garis besar, CDI unlimiter itu sama saja antara satu merek dengan merek lain. Tergantung Bro, mau motor buat harian ato balap… Hehhe… Kebetulan klo gw pake CDI BRT Hyperband. Klo ud pake CDI BRT Hyperband, uda ga boleh ganti koil lagi. Nanti CDInya bisa rusak. Klo ganti CDI Racing peningkatan tenaganya bisa nembus sekitar 0.8HP sedangkan koil racing sekitar 0.3HP. Y terserah Bro, mau pilih yg mana.. Hehehe….
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Juni 12, 2009 pukul 4:17 am
gw pgil apa niy…????
mas q pnya mtor C70 pke piston Kaze trus cocoknya pilih yang mana niy dari smua CDI itu ya gag usah kenceng2 amat cukup lah buat ngejar Truk (wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw)heheheheh
mohon wejangannya
Juni 14, 2009 pukul 4:16 pm
Bang, mo nanya nih….
Motorku Supra X yg 100 cc.
Klo aq mau ganti CDI racing ( pengennya sih BRT ), kira2 bisa ga karna Supra 100 cc kan masih AC bkn DC.
Satu lagi nih bang, klo ud ganti CDI nya tinggal pasang aja atau mau setting karbu, dll lagi???
Pake BRT yg tipe apa ya bagusnya???
Thanx, bro…
Juni 16, 2009 pukul 1:59 am
Klo uda ganti CDI BRT ga perlu setting Karbu lagi Bro…. Coz, BRT itu uda PnP (Plug and Play)..:D
Lagi pula BRT juga ngeluarin CDI Racing untuk Supra kok… Kemaren aku baru beli BRT untuk motor Supra Revo kok, kata orang yg jual tinggal PnP aja… Harganya cuma 450rb lagi…
Juni 15, 2009 pukul 3:25 am
Bro, mo nanya nih…
Motor q Supra X yg 100 cc, kira2 bisa ga ganti CDI racing ( pengennya sih BRT ) karna Supra yg ini kan masih AC, bkn DC.
Truz tipe apa ya yg cocok???
Satu lagi ni bro, klo uda ganti CDI, ada yg perlu di setting ga, mis.setting karburator, dll atau tinggal pasang aja ???
Thanx…
Juni 17, 2009 pukul 6:01 pm
Thanx mas, Willy.
Maap ya klo komentarnya ampe dua kali….
Yang kedua ga usah dijawab lagi.
Juni 18, 2009 pukul 2:21 am
Santai BOSS….. Masa gt aja sampe minta maap..
Juni 19, 2009 pukul 2:51 pm
Bang WRT… he..he..he..
Ikut tanya dan minta solusi neh…
motor saya supra x 125 (thn 2006), cdi sudah pakai CDI BRT yang limiter (300rb), untuk bahan bakarnya Prtmx Plus, busi kagawa racing. speed motor bisa tembus di 125 km/jam (trek lurus), tapi skrg2 ini motor sering nembak2.
Kenapa gerangan?
Mohon solusi nya.
-TKS-
Juni 20, 2009 pukul 3:11 am
Buset… Saya blm bikin team atau CDI racing sendiri BOSS..

Biasanya klo nembak” itu karena businya yang uda jelek.
Uda lama pake busi ini ya???
Baca artikel ini BOSS…
http://willycar.wordpress.com/broquet-performance-maker-fuel-saver/
Juni 21, 2009 pukul 11:54 am
Harga CDI BRT bwat Kharisma 125 brp??
N klo di pakai bwat motor standar harian, ada masalah ga?
Juni 21, 2009 pukul 5:36 pm
Klo untuk Karisma harganya sekitar 450rb
Klo untuk pake harian ga masalah BOSS… motor aku aja di buat harian sampe sekarang ga masalah kok..
Juli 1, 2009 pukul 4:07 pm
maw tny….
klo seandainya gnti CDI tw, bs mrsk mesin ga???
(dlm kondisi mesin standar)
Thx…..
Juli 2, 2009 pukul 2:15 am
Klo untuk merusak sih ga ngerusak Bro. Justru yang saya tau seher/piston jadi lebih bersih, karena api yang dihasilkan itu lebih besar….
Juli 3, 2009 pukul 12:25 pm
boz,pgen tanya baguzan cdi BRT hyper pa dual buat shogun 125R?t buad hariaan saja.dan brp harganya
Juli 4, 2009 pukul 1:48 am
Oh jelas yang dual band donk…… Klo dual band itu bisa di pilih mau percikan api untuk balap atau percikan api untuk harian..
Harga untuk Hyperband itu sekitar 400rban, klo yang dual band itu pasti lebih mahal…….
Juli 3, 2009 pukul 3:05 pm
Mas wrt,,,;) sorry,, jadi ikut2n neh….. Hehe
Gw Ada satria fu, maunya jAdi + kenceng tapi nggak trlalu boros, akselerasi cepet tarikan lebih mantep. Tapi mesin standar y!
Ccknya pk CDI type apa? Harganya brp? Belinya dimana ( Jakarta ),,,?
Txs b 4 ya bro willy…….!
Juli 4, 2009 pukul 1:51 am
Untuk FU JANGAN PAKE CDI RACING BOSS, coz saya pernah baca disalah satu artikel otomotif. Artikel ini juga ngetest CDI racing yang ditaruh di satria FU. Hasilnya: Performa n akselerasi jadi TURUN (klo ga salah itu pake CDI Racing lokal). Kecuali klo BOSS pake CDI import yang harganya bisa nembus jutaan rupiah…
Juli 3, 2009 pukul 3:22 pm
mw tanya…
itu cdi rextornya pake yang apa..
yang adjustable atau yang programmable..
Juli 4, 2009 pukul 7:23 am
boz,mau tanya,kalau pake BRT hyper pa dual,akselerasi n topspeednya menang yg mana?terus q baca diforum laen,harganya BRT neo dual baru cuma 325rbu + ongkos pasang,tu bener asli g?buad shogun125R,mohon pencerahannya boz….
Juli 6, 2009 pukul 4:18 am
Mungkin lagi Promo aja kali ya……. Tapi coba perhatikan cap yang ada di belakang kemasan…….
Juli 6, 2009 pukul 4:19 am
Mungkin lagi promo aja kali ya…. Tapi coba aja liat cap dibelakang kemasannya…..
Juli 6, 2009 pukul 2:18 am
bro mau tanya dong honda revo 100cc bagusnya pake CDI apa bro? BRT bagus ngak ?
Juli 6, 2009 pukul 4:23 am
Pake BRT juga lumayan bagus kok……
Tp coba tolong baca artikel ini dulu Bro http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Juli 6, 2009 pukul 2:55 am
Numpang tanya nih.. gw punya mocin thn 2002 model supra gitu..
selama ini kadang tarikan enak,kdg lelet,top speed kdg 70,kdg 80..
Belum pernah diapa2in seh,mesin std(niru honda),CDI lokal(mending daripada aslinya),aku pasang generator hidrogen juga emang tarikan agak enteng dari sebelumnya, tapi tetep belum puas!
pinginnya si ganti CDI ma koil tapi yg plug and play aja biar kaga repot,apa saran master Willy??
Yang naikin power tapi gak perlu extrem,biar agak wuzz gitu aja hehe..
terus kalo cari di surabaya sini dimana?
Oya ganti busi iridium apa ngaruh juga?
thx thx thx bgt..!
Juli 6, 2009 pukul 4:24 am
hehe…. Saya belum jadi master kok…. Masuk “tipi” aja blm pernah…
Ga perlu panjang lebar, baca artikel yg ini aja BOSS……
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Juli 6, 2009 pukul 3:04 am
kalo buat Revo 100cc bagusnya pake apa yaa? BRT atau apa?
Juli 6, 2009 pukul 4:26 am
Pake BRT juga lumayan bagus kok……
Tp coba tolong baca artikel ini dulu Bro http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Juli 6, 2009 pukul 8:42 am
udah terbukti yg penting saat di test jalan… CDI racing waktunya mengungguli CDI standar…. pada umumnya yg di cari adalah akselerasi.. percuma aja kan DK gede (beda tipis) tapi akselerasinya payah….
Juli 7, 2009 pukul 2:12 am
maap boz,mau tanya lg?kan pertanyaanq d atas blm dijawab.
soal akselerasi n topspeednya menang BRT neo hyper pa neo dual?type nya semi recing n buad harian j
Juli 7, 2009 pukul 2:55 am
Oh iya, sory bacanya kelewatan…
Klo saya pribadi sih pegang yang neo dual….. Coz, itu uda punya 2 setting-an. Setting ngebut n setting irit….
Juli 8, 2009 pukul 1:20 pm
Mf m tanya, w pny supra fit 2005, dh dganti pistonnya pke kaze standar, karbu RX-King. Kem racing. Emg sh suka di pke Ba-li. M gnti cdi brt. Tp mndgan mana y? Neo click atw dual band? Dtmbh, kr2 mndgan pke klep shogun lm atw sonic spy bs dpke shari2 jg.
Juli 9, 2009 pukul 3:54 am
Asalkan uda unlimiter pake yg tipe manapun sama aja BOSS….. Klo yang dual band itu bisa untuk harian n BA-LI……. Klo klep kenapa ga pake klep camry…
Baca artikel ini juga BOSS http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Juli 10, 2009 pukul 8:33 am
boz,beli BRT neo dual band buat shogun 125R disekitar solo dimana ya??kemarin dah muter2 cari BRT g ada tu….terus hrganya brapa?
Juli 12, 2009 pukul 3:58 am
Wah, klo di SOLO aku kurang tau BOSS….. hehe…… harganya kisaran 300-400rb…..
Juli 13, 2009 pukul 3:52 am
saya mau ikut tanya ni bos..
aq punya rx king , bagusnya pake cdi racing apa ya buat harian sekalian harganya berapa ya cdi brt…
apa betul bikin konsumsi bbm jd lbh irit..
sekalian koil perlu diganti gak…
tks..
Juli 14, 2009 pukul 2:21 pm
Klo untuk pemakaian normal akan berdampak pada konsumsi BBM yang lebih irit (CDI Racing). Klo uda pake CDI BRT paling ga boleh pake koil racing, klo tetep pake koil racing bisa” BRTnya jebol BOSS……. Baca artikel ini juga BOSS….
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Juli 15, 2009 pukul 11:34 pm
Allooow Mr. W,,, Sy punya honda vario standar baru setting CVT nya aja, pengen kenceng buat harian… Kira2 CDI BRT yg cocok yg mana y ???? Bingung Neh…
Juli 16, 2009 pukul 2:57 am
Halo juga Mr. B
Klo untuk harian pake yang hyperband juga uda cukup kok…. nanti tarikan lebih enteng n BBM biasanya lebih irit sedikit… Klo mau irit lebih banyak, pake yg ini Bro….
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Juli 17, 2009 pukul 1:29 pm
om saya punya jupie z burung hantu 2008
udah pakai velg almu , kira kira yang bagus buat harian ganti cdi apa ya ? mohon di balas
Juli 18, 2009 pukul 1:28 pm
Klo untuk harian BOSS pake BRT Hyperband aja…… Untuk MANTAP kok…. wakakkaa….. Klo ga baca artikel saya yang ini aja nih…
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Juli 18, 2009 pukul 2:29 am
bang willy,klw mo cr cdi brt hyperband di skitar tangerang,di mana bang? thx be4
Juli 18, 2009 pukul 1:39 pm
Klo lokasi di tangerang saya kurang tau tempatnya… tapi harganya saya kurang tau pasti. yang jelas di JKT kisarannya 400-425rb…
Juli 18, 2009 pukul 4:22 am
mending cdi i max 24 step,itu cdi brt paling bagus,harga juga gak begitu mahal, cuma 1,1 jt, di samping itu juga ada swith untuk irit bbm dan untuk balap, bisa di seting lewat remot juga,pokoknya gak nyesel dehc pake i max 24 step
Juli 22, 2009 pukul 6:35 am
Apakah sdh ckp dg CDI Racing untuk harian tnp bore up mesin ??? Top speednya nyampe 130 km/h gk dg mesin standard & CDI Racing ??? Tengkyu bngt Mr. W….
Juli 23, 2009 pukul 1:37 pm
Wah, klo TOP SPEED saya ga bisa kasih janji BOSS….. Karena setiap motor pasti beda”… Yang jelas tarikan jadi lebih enak….
Juli 27, 2009 pukul 12:57 am
Lbh bagus mana untuk Vario CDI BRT yg Hyperbrand or BRT F.Tech ??? Thanks Mr. W..
Juli 22, 2009 pukul 9:58 am
bos, klo untuk jupiter z ‘04 yang sip buad harian yang tipe apa? mesin masih standar, pingin tarikan enak ajah ma kenceng ma irit ^_^
Juli 23, 2009 pukul 1:39 pm
Klo mau kaya gitu baca artikel ini aja BOSS…..
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Juli 24, 2009 pukul 2:53 am
boz,q pnya NXL DC booster,tu blh digabungin m cdi brt neo dualband g?klu blh,efeknya pa??
Juli 26, 2009 pukul 4:06 am
Asalkan bukan ganti koil itu sah sah aja BOSS…..
Juli 31, 2009 pukul 8:54 am
mas kaLo make koiL XP,boLeh ga paKe CDI BRT???
moHon penCerahaN nya……
teng’s bifoR…..
Agustus 1, 2009 pukul 5:39 am
Menurut klaim pabrikan CDI BRT, TIDAK boleh pake koil racing lainnya. Karena BRT hanya melakukan penelitian dengan koil” standard motor. Klo masih dipaksakan takutnya BRT-nya yang rusak…
Agustus 6, 2009 pukul 7:49 am
Bos,untuk motor shogun new 125RR pakai CDI merk BRT cocoknya type apa?, brapa harganya?,kalo dijakarta dimana tempatnya skalian no telpnya bos
makasih sebelumnya
Agustus 6, 2009 pukul 2:22 pm
Pake BRT Hyperband juga uda beda BOSS….. Apalagi klo untuk harian… Pake hyperband juga cukup…. Harga juga di kisaran 300-400ribuan BOSS
Agustus 12, 2009 pukul 5:29 am
Bos willy,
Saya punya shogun 125 thn 2004, udh pake seher thunder…orientasi saya bukan ngejar irit tapi power…bbm biasa pake pertamax or shel.
Dari komparasi cdi diatas mana lebih oke buat ngejar top speed rpm tinggi..antara rextor adjustable atau brt dual band yaa? Kalo mau pake rextor ada larangan pake koil racing ga? Rencana sih mau pake koil suzi rm! Mohon petunjuk…
Agustus 12, 2009 pukul 11:20 am
Dari pada ganti CDI, coba baca artikel ini dulu y………
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Agustus 13, 2009 pukul 3:51 am
5af ganggu bos……..
gw px motor supra x 125 r kl gue pakai cdi brt+garpu ninja cocok gak n bisa gak dipasang di motor gue?………………………………………………….
Agustus 14, 2009 pukul 1:58 am
Bisa BOSS…….. Malah nanti motor u bisa lebih ngacir lagi………
Agustus 14, 2009 pukul 5:51 am
maaf bos ganggu lage……………
kl bwt drag 300m pakai cdi apa.
Agustus 16, 2009 pukul 5:06 am
halo om mau tanya neh . . . . . . … . .
setingan dan berapa harganya CDI yang pas buat motor supra x 100 yang udah aku upgrade jadi 110 cc dan niatnya aku mau pake karbu PE24, enaknya pake setingan basah apa kering om terus buat masalah piston aku mau pake punyanya kaze untuk nyesuein agar lebih mantap dan tahan lama gag cuma di putaran bawah, itu gmn ad masukan biar motorku lebih ngacir dan ngirit……
NB: ne motor buat harian sesekali buat mainan.
Agustus 17, 2009 pukul 1:35 am
Buat apa upgrade sampe segitu gede BOSS….. Mending BOSS baca link dibawah ini dulu, baru pertimbangin sama rencananya upgrade yg BOSS mau kerjain dah…..
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Agustus 26, 2009 pukul 12:48 am
bank willy saya pnya mtr satria fu thn 2009,,msih standaran,,trz saya mau ganti CDI,,v CDI pha ea yg bagus?,,bwadt sehari-hari dan bwadt main-main,,
Agustus 26, 2009 pukul 2:22 am
klo uda pake Satria FU, jangan ganti CDInya lagi BOSS…… Coz, CDI yg di pake di Satria FU uda paling bagus n cock. Jadi klo BOSS ganti CDI, malah performancenya jadi turun…..
Agustus 26, 2009 pukul 2:09 am
Bank willy saya punya mtr satria fu thn 2009 msih standaran,,trz saya mau ganti CDI,,v CDI pha ea yg bagus??
Bwadt sehari-hari dan bwadt main-main dikit
Agustus 27, 2009 pukul 6:09 am
bang willy,ktnya montir ane biar lbh ngacir,suruhq ganti coil standar kharisma.kan katanya bang willy klu dah pke brt g blh gnti coil racing2an,lha klu q gnti coil standar kharisma blh g?buad shogun125R+cdi brt neo dualband
Agustus 27, 2009 pukul 9:39 am
Asalkan masih coil standard, NO PROBLEMO BOSS….. tancep Gas…..
Agustus 27, 2009 pukul 9:42 am
asalkan masih coil standard, NO PROBLEMO BOSS……. Tancep Gas….
Agustus 28, 2009 pukul 7:24 am
Saya niko dijember jatim..Tertarik dgn artikel anda.Saya pny new mega pro thun 2009.. Kalau gnti CDI BRT yg mna y boos..?
Ma macem2 CDI BRT Ap aj?Mhon penjelasan dari tiap tipe itu dah kisaran harga yg anda ketahui
Agustus 28, 2009 pukul 8:14 am
Pake Hyperband juga Cocok kok… Tapi minta yg khusus MegaPro y….
Agustus 28, 2009 pukul 9:35 pm
Mas, klo cdi rcing yg co2k bwt hrian (trikan mntab + bbm te2p irit) yg mna y? Oia mtor 6w revo 100 cc.. Tlong d bls..!! thx sblum’y
Agustus 29, 2009 pukul 6:58 am
Klo untuk harian pake BRT yg Hyperband juga uda Yahud kok BOSS…….
September 4, 2009 pukul 6:45 am
Boz aq punya mtr jptr z 2006,piston kse,slep kop…trpasang kpling…mau ganti cdi cocokna pkek ap…biar kenceng n bsa pkek hrian…trus ap bda cdi limiter dgn non limiter,,,
September 4, 2009 pukul 11:23 am
Pake BRT Hyperband aja BOSS, sama kaya saya……
September 5, 2009 pukul 8:30 am
Om Willy, ada yang perlu ane tanyaiin nih…
- Bwt karisma cocok CDI BRT Hyper or Dual…
- Setelah ganti CDI blh ganti koil Blue thunder g..??
- Minta alamatnya donk om…
September 6, 2009 pukul 5:06 am
1) Klo buat harian pake yg hyper juga uda cukup sih Bro….
Nanti klo ga CDInya rusak, kec klo Bro pake CDI racing merek lain.
Kidding…. Klo di rumah saya ga ada bengkel atau alat” bengkel apapun Bro, bengkel saya masih tertahan di impian dan pikiran saya…
Jadi bengkelnya masih dalam tahap pembangunan pundi” uang dan penambahan ilmu dengan bersekolah di Polman Astra….
2) Klo uda pake CDI BRT ga boleh lagi ganti coil racing merek apapun ya…
3) Minta alamat??? Untuk apa Bro??? RUmah saya mah jelek, ga nyaman, banyak nyamuknya
September 6, 2009 pukul 8:15 am
Mas mo tanya. Shogun 125r seher ov 100std, karbu 26, CDI REXTOR, busi bosch, gir dpn 15 blkng 37 jarak 800m masuk 135-140 km/jam tergantung arah angin. Itu udah max belum ya?
September 6, 2009 pukul 11:47 am
Wah, itu sih uda lebih dari cukup BOSS…. Jangan kenceng” ntar ga bisa ngeremnya lagi…..
September 7, 2009 pukul 11:38 am
saya anak palembang,,,,,,,
klo blh tanya,,,
saya ada shogun 11o.
bagsnya di pakein ..
rextor/cdi brt……
trus gimana dngan kwil nya bagus di pakein kwil apa ya…
biar pengapian nya seresi…..
gimana bos tlng pndapat nya….
September 8, 2009 pukul 12:11 pm
Klo udap pake Shogun 110 GA PERLU GANTI CDI lagi BOSS…. Soalnya Shogun 110 (Shogun KEBO) itu sudah memiliki CDI unlimiter bawaan pabrik…. Jadi ga usa di macem”min lagi… Paling klo mau ganti ada koil Bluethunder n busi platinum……
September 9, 2009 pukul 1:18 pm
Oh ya mas2 yang ngetes, ko komparasi cdi nya ga ada cdi merk TDR sih?
September 15, 2009 pukul 1:38 am
ini bozzz ….
saya mau tanya cdi yang bagus utk Shogun sp 125 th 07 apa ? biar tenaganya kenceng ….
September 16, 2009 pukul 1:08 pm
Pake CDI Shogun kebo BOSS….. Itu CDI uda unlimiter….
September 15, 2009 pukul 5:29 am
klo minrva r200 biar tambah kenceng pake cdi ap?
September 16, 2009 pukul 7:50 am
Mr.w…..
Saya punya shogun th 96 …… Jadi saya mo ganti cdi n koilnya(krna udah bocor) bagusnya pake cdi n koil apa…..
Maunya saya brt boss
motor saya udah saya bore up boss
mohon pengarahanya….?
September 16, 2009 pukul 1:14 pm
Klo mau pake BRT, jangan ganti koil racing BOSS. Klo mau pake koil standard aja…. SOalnya klo pake BRT n koil racing, takutnya CDInya malah rusak…
September 16, 2009 pukul 8:26 am
bozz.. lo pke cdi brt bwt mx gak bkal ngerusak klep kah soalx bwt harian n hargax kira2 brp.
September 16, 2009 pukul 1:35 pm
dear all, cuma mau share secara objektif mengenai cdi racing :
Setelah motor shogun 125 tahun 2004 mengalami penggantian seher thunder 125 (tidak di over size) cc menjadi +/- 140cc…karbu std di reamer venturinya (skep std) & open filter, knalpot ahau kompetisi serta kem custom (ngejar putaran atas)…setelah nyoba2 cdi (shogun kebo, rextor & brt i-max 8 step) akhirnya jatoh ke brt I-Max…awalnya kurva disetel sama mekanik …alhasil motor dirasa liar…(mungkin karena timingnya maju) api terasa sangat besar…enak bgt buat start lamer…(rute ps.rebo-lb.bulus – blue shogun with brt imax stiker di spatbor) selalu terdepan…megapro / vixion sih putus..top speed jarak 400m cuma 120kpj…tapi cepet bgt…enaknya pake brt kalo udh bosen ama karakter motor, tinggal buka jok…colok remote imax ke socket cdi…kutak katik sendiri (misalnya derajat dinaikin or turun & rpmnya per step) & motor langsung berasa beda (in a good ways of course)…simple aja tinggal colok…pencet2…gasss….
Sempet nyoba jajal top speed dapet 130kpj di halim (tanpa merunduk)…gear standar & koil sutandar…
Kalo cdi shogun kebo cuma unlimiter doang, kurvanya std…rextor adjustable juga oke tinggal putar klick…cuma kalo brt simple…& buat motor std kayaknya i-max yg paling okee… Untuk versi dual band sebetulnya menurut gw bukan utk std & bali…melainkan kurva yg disimpan di cdi tsb ada 2, yaitu kurva std & kurva yg cocok (menurut brt) untuk semi racing…ujungnya settingan motor kudu ngikutin pengapian…kalo bisa diprogram sendiri kan lebih enak bisa adjust sesuai karakter riding style kita…
Ps : buat bikers yg sering liat blue shogun-125 (bukan sp / rr) di jalur ps.rebo-lb.bulus pagi2 sering ngebut jangan di taker yaakk….lets open full thortle….gaas….peace yaa om willy
September 18, 2009 pukul 6:03 am
om willy sya mw tnya,mtor sya satria fu..pngen kenceng bgt,irit,akselerasi nya cpet..enk nya pkek CDI apa??rextor ap BRT??klo Brt yg tipe apa n harga nya brp???thx……
September 18, 2009 pukul 6:43 am
FU JGN ganti CDI aftermarket lagi BOSS…. Karena desain pengapian Suzuki uda paling bagus buat FU, jaid klo masih di ganti juga kosekuensinya tenaga berkurang……
September 24, 2009 pukul 12:18 pm
Mas w g tw celah2 tntang mtor, w pngen tnya,,,
1. Jupiter mx ikut AC atw DC? trus klo d pke cdi BRt pke yang tipe ap?
2. Lalu apa aj yang hruz d gnti byar ne MX bs nglewatin Pulsar 180?
3. Sya pengen cba pke broquet bli’a dmn?
tlong djwb k email sya…
avenged_sevenfold97@yahoo.com
thanks…
September 27, 2009 pukul 12:47 am
Ok… Cek email ya BOSS…
September 24, 2009 pukul 2:21 pm
bro willy, ane mau tanya dong satria 120 r bagusnya pake CDI BRT hyperband ato dualband??
thanks sebelumnya…
September 27, 2009 pukul 12:52 am
Hajar aja BOSS pake dual band…
September 30, 2009 pukul 1:18 am
saya baru aja beli revo absolute. saya tanya apa udah ada yang jual cdi brt nya ? bisa naikkan performa khan ? thankz ya will…..
September 30, 2009 pukul 1:42 pm
Uda banyak kok BOSS….
Oktober 2, 2009 pukul 11:10 am
mao nanya,
kan udh dtulis ma bro willy,
klo fu jngn dgnti CDInya,
trus lok pengen bkin dy ngacir n g bros2 amat gmn bro willy???
Oktober 2, 2009 pukul 11:50 am
Pake Broquet BOSS…….
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
Oktober 3, 2009 pukul 10:09 am
om willy…
motor wa FU150 mendingan pake cdi BRT ato pke Rextor ?? klo masalh boros na gpp boros xg penting trikan n topspeed ( Performa ) baguz tuk racing….
klo bguz Rextor , Rextor apa ?
klo bguz Brt , Brt apa ?
Thx om willy
Oktober 4, 2009 pukul 5:34 am
Klo FU jgn di ganti CDI lagi BOSS… Karena CDI yang di FU uda yg paling bgs n klo di ganti bisa” performancenya jadi turun….
Oktober 4, 2009 pukul 1:16 am
bozz…klo cdi yg ccok bw shogun R 110cc ap..y…???
yg bsa nmbah..power..n.. akselerasi…
thanks…sblumx…
Oktober 4, 2009 pukul 5:35 am
CDI Shogun 110 uda unlimiter BOSS, jadi ga usa ganti CDI racing lagi…..
Oktober 6, 2009 pukul 2:24 pm
Om…motor ane New Shogun 125R keluaran taun 2008…ane masi bingung, jadi mau nanya banyak nih:
1. antara “Hyperband” dengan “Dual Band” apa bedanya. Tulung dijelasin yak…(hehe..maklum masi Newbie)
2. kalo untuk mntor ane tu…yang paling cucok CDI BRT-nya pake yang mana ya? tentunya dg pertimbangan hanya untuk harian tanpa merubah mesin setitikpun.
3. CDI std limeted kalo diganti dg yang unlimeter bisa merusak ke mesin gak?
4. Kalo CDI std dah diganti BRT…busi bagusnya pake merk n tipe apa ya?
Oktober 7, 2009 pukul 12:13 pm
1) Klo Hyperband itu hanya memiliki satu settingan pengapian, sedangkan dualband memiliki dua jenis. Sehinnga banyak org bilang dual band untuk balap dan harian.
2) Pake Hyperband aja BOSS
3) tidak… Asalkan installasinya benar
4) Klo untuk harian pake yang berbahan Platinum runcing dengan merek NGK tidak menjadi masalah.
Gpp BOSS, santai aja
Oktober 6, 2009 pukul 2:25 pm
Om…motor ane New Shogun 125R keluaran taun 2008…ane masi bingung, jadi mau nanya banyak nih:
1. antara “Hyperband” dengan “Dual Band” apa bedanya. Tulung dijelasin yak…(hehe..maklum masi Newbie)
2. kalo untuk mntor ane tu…yang paling cucok CDI BRT-nya pake yang mana ya? tentunya dg pertimbangan hanya untuk harian tanpa merubah mesin setitikpun.
3. CDI std limeted kalo diganti dg yang unlimeter bisa merusak ke mesin gak?
4. Kalo CDI std dah diganti BRT…busi bagusnya pake merk n tipe apa ya?
Hehe…surry kebanyakan nanya..gpp ya om willy..piss
Oktober 7, 2009 pukul 8:53 am
bos willy,motor ane satria fu..klo pke cdi shindigen pny shogun kebo cocok gk??mohon pencerahannya bos
Oktober 7, 2009 pukul 12:16 pm
TIDAK…. Hal ini dapat menurunkan peforma FU sendiri, karena pihak Suzuki sudah memilih CDI paling cocok untuk FU. Jadi klo di ganti, bakal ada penurunan peforma
Oktober 8, 2009 pukul 11:09 am
mohon pencerahannya om… pilihan CDI dan Knalpot yg bagus untuk motor saya Kawasaki KLX150s
Oktober 9, 2009 pukul 1:24 pm
Boss mw tnx nih? CDI yang cocok buat MX apa Bos? klo BRT bagus Engga’ & yg hyper pa dual?
Oktober 12, 2009 pukul 5:28 am
Klo MX sih cocoknya pke Hyperband aja.. Klo untuk harian….
Oktober 9, 2009 pukul 1:29 pm
bos mw tanya CDI yg Bgs Bwt MX apa? klo BRT bagus engga’?
Oktober 9, 2009 pukul 1:40 pm
bos willy mw tanya CDI yg Bgs Bwt MX apa? klo BRT. yang hyper / dual? mohon pencerahhannya?
Oktober 10, 2009 pukul 4:05 pm
yah disini kyaknya di unggulin BRT..
maaf jg sebelumnya, saya ga pernah coba cheetah dan XP, karena mereknya aneh..hehe..tp di antara cheetah dan XP, ada yg saya ketahui bahwa salah satu darinya ‘mengelus’ dari CDI lain..
ga asing kata ‘mengelus’ buat yg suka banget sama riset motor liar..hehe..klo pernah tau merek CDI inspiro-dende/d.n.d production..itu jg ngelus punya si bintang..hehe
back k topic..
secara overal, gw lebih memilih Rextor..
rextor lebih memiliki tingkat keagresifan saat rpm atas..makanya dengan pake cdi ini, motor ga nambah efisien bahan bakarnya(yg bener gini bahasanya bukan irit..hhe)..
BRT dual band pun tak mampu mengangkat power mx aye, pas di uji dengan teliti, ternyata titik api pada rpm ‘teriak’ dia rada mengecil..
mungkin BRT sharga ini emang untuk harian..
BRT jelas lebih irit..
tes yg kedua, ini tidak sengaja..(shogun R aye)
motor liar aye yg setang sehernya godek, saat pake BRT suka membrebet..ane ganti d CDI std, ehmalah RPM drop dead…si Rextor aye jajal, kuar ngangkat mpe baret tuh liner..grokkk…
dari tes pribadi, mnurut gw CDI semua sama, tergantung fungsi apa yg dicari..
mo bahan bakar lebih efisien..??mo tenaga OK..
mo yg yg maennya puteran atas aje, ato tengah atas..?
dr komparasi ini, org banyak mulai membandingkan negatif dan positif, bahkan membuatnya menjadi ga jelas, karna ntu mulai d keluar yg programmable buat dijual di pasaran..hehe..
tp, jgn salah, yg di pasaran sama yg di pake balapan berbeda..knp?cari tau ndiri ye..hehe..
#29 pRo.Se
Oktober 10, 2009 pukul 7:04 pm
motor Jup MX gw gk butuh pengirit , tapi cma butuh barang2 yg bisa bikin laju sampai 150km/jam ke atas .
top speed sekarang sih sekitar 133km/jam .
jadi barang2 ap aja yg harus gw bli ???
Oktober 12, 2009 pukul 5:46 am
Bore up aja BOSS…..
Oktober 14, 2009 pukul 8:50 pm
suka gw jawabannya,..
Oktober 11, 2009 pukul 11:01 am
mas`willy…
motor saya jupiter z 2007, saya mau ganti CDI BRT tapi yang saya tahu ada 3 jenis. yang paling bagus dan harganya sekitar berapa ya dari ketiga jenis ini, biar ga ketipu waktu mau beli… thx b4 and after
1. BRT Hyperband
2. BRT Dualband
3. BRT Neo Dualband
NB : blz ke email saya aja ya….
Oktober 11, 2009 pukul 11:03 am
mas`willy…
maaf ngerepotin lagi, kalau mau pk busi racing pk yang merk apa ya buat jupiter z 2007, thx b4 and after….
NB : blz ke email saya aja ya….
Oktober 12, 2009 pukul 11:44 am
bro.motor g jupi mx..g punya cdi BRT neo dual band..kl sama rextor adjustable,bagus mana ya?secara peak power,akselerasi,n bbm.
bru pake 1 bulan nih,mulus bgt..kl ada yang mau juga harganya damai sentosa kok..thankiu ya..
Oktober 13, 2009 pukul 11:15 am
Klo dilihat sih Rextor lebih bgs. Tapi klo untuk harian pake Neo dual band uda cukup kok….
Oktober 13, 2009 pukul 12:50 pm
salam kenal
mas willy yg sy hormati,langsung aja ke pokok pertanyaan,motor saya jupi MX sudah mengaplikasikan CDI dgn embel2 racing bermerk XP yg 4 Power beserta koil dr produsen yg sama,yg membingungkan sy adalah kenapa top speed dan power yg dihasilkan seperti tidak ada bedanya dgn msh mengandalkan CDI std,padahal knalpot sudah freeflow merk R9 dan busi DENSO iridium.apa yg salah ya?apa CDI nya memang “kurang bagus”atau salah seting padahal menilik hrga belinya yg mencapai 1 juta lebih harusnya CDI tsb bs menghasilkan performa yg mantaf dong!!!jujur semuanya jauh dr ekspektasi sy
Thanks
Oktober 14, 2009 pukul 12:48 pm
Wah….. Kalau itu saya belum tau pasti, karena kondisi setiap motor. Tapi coba aja settingan CDI, ke-asli-an CDI, dan settingan karbu. Bisa aja salah setting kan…..
Oktober 15, 2009 pukul 9:19 am
Boss,
Mau tanya, kenapa racelogic (driftbox) kalau tes sepedamotor pasangnya terbalik (hasil pengamatan foto diatas) ?
salam,
bengkelsepedamotor
Oktober 15, 2009 pukul 11:44 am
Foto yang mana BOSS????
Salam kenal juga…
Oktober 17, 2009 pukul 1:31 am
Foto yang
Pengetesan Tahap 2: Siapa Akselerasi Tercepat?
pojok kiri atas pasang Driftbox-nya koq terbalik yah?
kan yaw sensornya jadi terbalik CMIIW
salam,
bengkelsepedamotor
Oktober 17, 2009 pukul 3:30 am
yang buat artikelnya kan bukan saya BOSS…
Oktober 17, 2009 pukul 4:14 am
5f bos ganggu…………………..
harga karbu satria f 150 tu brp?
harga cdi shogun kebo tu brp?
Oktober 19, 2009 pukul 8:44 am
Wah, klo harga kita ga tau tuh BOSS…
Oktober 19, 2009 pukul 3:22 pm
mao tanya ne bos ..
kan motor gw supra fit lama (05′) dah pake CDI XP trus pke coil kitaco, ada masalah ga nanti sm CDI nya klo w pke coil itu??
trus klo ad masalah, w hrus ganti coil merek apa & brapa fulus nya??
tnk ya ..
Oktober 20, 2009 pukul 10:42 am
Klo pake yang XP sih mustinya ga jadi masalah ya, klo kita ganti koil racing juga….
Oktober 28, 2009 pukul 5:50 am
gini broo.., mtor gw fu150 th 2009 pengn nya sih pke korek harian .enakny pke cdi apa y bro…?? truz klo brt hrus modif timingnya gak ?soalny timing gw dh -0,8mm
Oktober 28, 2009 pukul 12:00 pm
Klo FU ga usa ganti CDI lagi BOSS, ntar performancenya malah turun..
Oktober 31, 2009 pukul 3:27 am
Yah gak panjang lebar,,
mo ikut2n aja,,
XP301mc udh punya,BRT udah nyoba punya temen,Rextor Pro drag udh nyoba punya temen juga,CP600 mini baru beli kemarin,Shogun shindengen jg udh punya
kesimpulannya dari beberapa merek diatas,CDI yang mampu mengoptimalkan jupi 230cc dg karbu 34mm cuma 2 merek, CP600mini dan Rextor pro drag,,tapi paling sempurna CP600mini putaran atas terasa banget tenaganya
- Kalau pakai karbu PE 28mm seh BRT udah lumayan,Tp begitu pakai PJ34mm langsung ada yang tersendat rasanya….sekian
November 1, 2009 pukul 1:07 am
mas will klo cbr 150 mau ganti pake cdi brt pke yg mana ya?
trus hrganya brp?
November 1, 2009 pukul 4:15 am
Wah, CBR ya??? Ga berani recommend BOSS, soalnya CBR uda pake injection kan??
November 1, 2009 pukul 2:57 am
maz………………………….
harga cdi king kira-kira harganya berapa?
n bisa gak dipasang di supra x 125 r
November 2, 2009 pukul 10:38 pm
Bro..
Numpang tny..
CDI yg cocok bwt supraX 125 ap y??
Apakah CDI bs ngefek dtarikan?Krn mtr saya lari 100km/jam ud susah buat narik lbh kenceng lg..
Bs mrusak mOtor g bro?
Ap kh lbh hemat BBM??
Sry y bro gw bnyk tny..
Krn mingGu dpn saya mau gnti CDI..Jd cr2 info dkit dr bro willy kn gpP..xp
haha..
November 3, 2009 pukul 10:16 am
Klo ganti CDI, nambah top speednya ga terlalu byk. Tapi tarikannya lumayanlah…
Klo mau incer irit, ganti CDI racing juga bikin lebih irit kok…
Klo masangnya bener n barangnya bener ga akan ngerusak kok..
Gpp….
November 7, 2009 pukul 5:38 am
mo tanya.saya pnya jup z 2005 dah pake CDI BRT HYPERBAND.kira2 rpmnya bsa nympe brapa?truz top speed bsa nyampe brapa?thank’s
November 7, 2009 pukul 6:25 pm
Mas willy,mo tany dong??
Gw pake ninja kips tipe L,2009
Nah gw pgn ganti koil mbl universal,trus CDI ap yg bs di pake coil mbl?
Soalny gw ud beli coil mblny,jd brebet.?
Klo mang ad saran tolong dijeberin?
Klo pake cdi ap yg bs pake coil racing mtr?
Thx…tolng dbls?…..salam knal…
Bls ke email aj;aconx28@yahoo.com
November 7, 2009 pukul 6:25 pm
Mas willy,mo tany dong??
Gw pake ninja kips 150cc tipe L,2009
Nah gw pgn ganti koil mbl universal,trus CDI ap yg bs di pake coil mbl?
Soalny gw ud beli coil mblny,jd brebet.?
Klo mang ad saran tolong dijeberin?
Klo pake cdi ap yg bs pake coil racing mtr?
Thx…tolng dbls?…..salam knal…
Bls ke email aj;aconx28@yahoo.com
November 8, 2009 pukul 8:22 am
Wah, klo ninja saya ga berani comment BOSS. Terlalu canggih motornya.. Wakakaka…….
November 11, 2009 pukul 11:02 am
bos, bnyk hal yg mw gw tnyain tp hrus djawab ya.
1.cdi yg cocok bwt cs1 apa ya? mesin mtor masi standar..
2.klo mk cdi hyperband dah lumayan pol blum?
3.cdi i-max brt dgn xp mc 302 stage 2 LE, mantepan mana?
4.almat bngkel OSS dmn? gw tnggl d slipi
makasi yoo.
November 11, 2009 pukul 11:04 am
reply ke nick_khoir@yahoo.com ya
November 16, 2009 pukul 1:04 am
klo cdi buat satria fu brpa yaa…?
klo fu bgusan pake cdi BRT ato rextor..?
November 16, 2009 pukul 8:04 am
Om willy..
Heg.. Heg..
Mtor ane jupiter z 2005.. Msh stndar ni..
Pgen ngacir tiap hr, n buat ba-li jg.. Bgusny pke cdi brt ato varro?
Cdi brt kan g blh pke koil racing y, klu gnti koil kaze n busi NGK iridium gmana?
November 16, 2009 pukul 11:02 am
Ooo… Klo untuk bali, bakal banyak yang musti di ganti BOSS. Sepeti spuyer, cam, papas head, bore up, ganti knalpot.
Berarti beli BRT-nya yg untuk kawasaki kaze donk???
November 19, 2009 pukul 3:16 am
bro mu nanya,,
kalo CDI BRT ada ga buat satria 120R???
kalo ada harganya brp???
kalo ga ada,CDI racing apa yg cocok buat satrie 120R??
THX BRO
November 23, 2009 pukul 12:20 pm
bro willy atw mas willy, mau tanya ni aq kan pke shogun 125sp (th 2005) buat iktan kompetisi di daerah q, nah yang mau aq tnyain mna bgs antara cdi brt (hyperband) sma cdi rextor (adjustable/pro drag) buat d bwa kompetisi. . .
mohon petunjuk ya.thank u
November 24, 2009 pukul 9:51 am
Yah, atu Rextor lah……
Juli 27, 2009 pukul 2:58 am
Tergantung kebutuhannya BOSS….. Klo buat harian ya pake Hyperband aja cukup kok….
Beda soal klo untuk balap BOSS….
Agustus 8, 2009 pukul 9:25 am
om willy aq pake jupitr mx pake piston tiger,stroke udah saya ubah,bearing pake high speed cocoknya klu buat harian irit tp te2p kenceng pake CDI apa y om.thx
Agustus 10, 2009 pukul 2:03 am
Jangan pake CDI racing dulu BOSS….. Coba baca artikel saya yang ini BOSS….. Budgetnya jauh lebih murah n hasilnya juga sama kaya ganti CDI…..
http://willycar.wordpress.com/2009/03/05/modifikasi-mesin-bikin-kenceng-malah-bbm-lebih-irit-stage-ii/
November 3, 2009 pukul 3:19 am
mas klo buat honda fit – CDI apa ya yang pas