Aku sudah sangat mencintai yang namanya otomotif sejak aku berumur 1tahun. Pada waktu aku berulang tahun yang ke-1, aku diminta untuk memilih beberapa mainan. Pada waktu itu aku langsung memilih sebuah mainan kecil yaitu mobil. Cerita diatas itu menurut papaku. Yang ini langsung dari aku sendiri. pada waktu aku masih kecil, ya kira-kira masih Tk. Setiap pulang dari berpergian bersama keluarga aku pasti tidur dimobil, kalau sudah dekat rumah papaku selalu membangunkan aku dekat mengatakan ‘Wil,wil tuh ada mobil kodok”. Setiap mendengar kata-kata itu aku langsung bangun untuk melihat mobil kodok tersebut, walau kenyataannya aku bohongi oleh papaku agar aku dapat bangun. Maklum masih kecil. Hehehe… Aku benar-benar mendalami dunia otomotif terutama seluk beluk tentang mobil pada waktu papaku berencana untuk menukar mobil Espass keluaran 97 dengan Kijang dengan perkiraan tahun antara tahun 98-99 dengan tipe antara SGX-LGX. Sebelum mengganti mobil tersebut aku selalu berusaha untuk mencari kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tipe. Sampai pada akhirnya papaku memutuskan untuk membeli Kijang LGX keluaran 98 yang berwarna Abu-abu metalik. Saking cintanya dengan Kijang tersebut papaku sampai membeli nomor polisi yang sesuai dengan ulang tahun papaku tepatnya B 2763 HS. Bagi yang pernah melihatnya mohon memberi tahu kondisinya sekarang karena papaku hanya memakainya selama 2 tahun. Pada waktu itu papa langsung mengganti tunggangannya dengan Kijang LGX 02 2000cc. Sejak itulah aku terus mencari ilmu tentang mobil sampai pada waktu aku SMP aku sering membeli tabloid Otomotif. Oh ya, aku bisa menyetir mobil pada waktu aku menginjak kelas 5 SD. Pada waktu itu aku belajar tanpa sekolah setir mobil tapi dengan bantuan papaku. Setelah bisa aku terus memperlancar dengan menyetir mobil papa yang didampingi oleh papaku juga. Setelah aku bisa menyetir dengan lancar aku dibelikan KIA Visto 2002 tapi dipakai berdua dengan mamaku. Setelah dipakai 3bulan mobilku diganti dengan Suzuki Karimun 2002 sampai sekarang. Dengan karimun aku mendapat banyak pengalaman dan pelajaran. Dari menyerempet motor sampai nabrak truk hingga pintu karimun sobek. Dengan karimun saya juga belajar menjadi seorang drifter, saya belajar disebuah parkiran suatu MALL diJakarta Barat. Mau tahu dimana? Saya tidak akan memberi tahunya, tapi saya akan memberi petunjuk. Petunjuknya adalah MALL ini merupakan satu-satunya MALL yang lantainya beralaskan keramik. Ya tebak saja sendiri. Ya, itulah sejarah saya sampai sekarang. Sekarang saya sudah mahir menyetir mobil dan sudah pernah sampai Bandung, walaupun hingga saat ini saya masih belum memiliki SIM. Ssstt…. Jangan bilang ke pak Polisi ya!!!










& Komentar
Desember 16, 2008 pukul 4:30 am
Foto SIM A nya kocak tuh bos.. ♪♪
haha
Desember 16, 2008 pukul 8:42 am
yoi donk…. Baru gw doank yang bikin SIM sambil mabok……… Hahaha……
Desember 16, 2008 pukul 12:42 pm
hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha
2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast2fast
Desember 17, 2008 pukul 8:52 am
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAH…………………………….. AJIB DAH BOSS KITA…………………..
T.O.P B.G.T
September 26, 2009 pukul 12:22 am
di mall apa wil?puri yak?
November 6, 2009 pukul 8:59 pm
halo bro. berjasa banget itu karimun. hampir sama donk bro seperti aku. bedanya, aku nggak nyoba ngedrift. di Jogja, aku berkeliaran dari akhir tahun 2007-april 2009 tanpa sim A
Aku dari latihan pertama kali sampai ujian praktek sim a juga pake karimun. sampai lecet nggak karuan karena 1 minggu sebelum ujian, aku latian. tapi akhirnya bisa lulus ujian sim a juga. meskipun karimunnya jadi lecet di setiap sudut bumper nya.
untungnya itu mobil dinas ibuku. jadi, gapapa deh babak bundas. hehehe
November 7, 2009 pukul 6:11 am
Hahaha….. Kayanya kita senasib seperjuangan ya….